Deli Serdang, akses.co – Sudah lah aku lumpuh, istri ku buta, anak semata wayang ku mengidap gangguan jiwa pula. Sepertinya hidup ini hanya untuk menghitung, berapa hari lagi kami mampu bertahan atau mati kelaparan.
Yah, Timbul dan keluarganya adalah potret kemiskinan di Kab. Deli Serdang. Hidup cacat sekeluarga membuat ia dan keluarganya hanya bisa pasrah menahan penderitaan.
Tak ada lagi yang bisa cari makan, ia sudah renta dan lumpuh, istri buta, sementara anak mengalami gangguan kejiwaan. Hidup dari belas kasih tetangganya jadi jalan terakhir bagi Timbul dan keluarga untuk bertahan hadapi penderitaan.
Timbul, 60 tahun, dan keluarganya tinggal di Desa Limau Manis Dusun VII Gang Jambu Kec Tanjung Morawa, Deli Serdang. Kepada akses.co, Rabu (6/4/2020), Timbul mengatakan, ia sudah tiga tahun mengalami kelumpuhan sehingga tidak bisa beraktivitas lagi untuk mencari nafkah demi memenuhi kehidupan keluarganya sehari hari.
“Belum lagi penyakit ku ini sembuh, istri ku Sufina malah mengalami kebutaan setelah setahun aku lumpuh. Karena penderitaan ini, anak kami sampai depresi,” katanya lirih sembari meneteskan air mata.
Ia menuturkan, sehari-harinya ia hanya bisa berbaring ditumpukkan sampah bekas bungkusan makanan yang diberikan tetangga.
Ia sangat berharap ada bantuan dari pemerintah untuk kesembuhan dirinya dan keluarga. “Kami butuh perobatan agar sembuh dan kembali bisa bekerja. Tak mungkin kami mampu berobat, sedangkan untuk makan saja dikasih tetangga, itu jika ada yang ngasih baru bisa makan,” katanya.(Manahan.D)




