Simalungun, akses.co – Masyarakat di Siantar dan Simalungun mengeluhkan soal lambatnya bantuan paket sembako dampak COVID-19 dari pemerintah. Maraknya peredaran narkoba dan perjudian juga menjadi keluhan masyarakat.
Hal itu diketahui dari kunjungan Anggota DPRD Sumut, Gusmiyadi, saat mengunjungi masyarakat dari rumah ke rumah dalam rangka reses, Senin (11/5/2020).
“Sampai saat ini banyak masyarakat belum menerima bantuan apapun, baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Pandemi ini bukan lagi soal kesehatan, namun sudah sampai ke urusan perut rakyat,” katanya.
Gusmiyadi mengatakan, saat ini berseliweran informasi tentang adanya bantuan pemerintah terkait COVID-19. Namun sejauh ini balum ada apapun bantuan yang turun, sementara mereka sudah tidak bekerja lagi karena pandemi ini.
Gusmiyadi juga mengaku menerima banyak laporan soal maraknya peredaran narkoba dan perjudian di Siantar Simalungun. “Saya minta komitmen Bapak Kapolres di dua wilayah ini terkait Narkoba dan judi. Keadaan ini jika dibiarkan akan semakin memperparah kondisi sosial ditengah masyarakat kita,” tegasnya.
Menurutnya, narkoba dan judi harusnya menjadi titik fokus aparat kepolisian, karena tindakan kriminal acap kali bersumbu dari pemakaian narkoba dan judi.
“Kita harus sayang terhadap warga kita dan harus kita tegaskan bawah Siantar Simalungun bukan surganya para bandar narkoba dan judi,” tegasnya.
Gusmiyadi berharap agar masyarakat tetap tenang dan saling membantu satu sama lainnya ditengah pandemi ini. Ia mengatakan, segala masukan dari masyarakat tersebut akan dilaporkan ke provinsi untuk nantinya ditindaklanjuti ke pihak-pihak terkait.




