Publigo Institute Sebut Perguruan Tinggi Jangan Terjebak Skenario “New Normal”

Medan, akses. co – Dunia pendidikan tak lepas dari dampak wabah pandemi Covid-19. Perguruan tinggi siap tak siap dipaksa untuk beradaptasi untuk belajar secara daring.

Dampak dan pembelajaran terkait kegiatan perkuliahan di masa pandemi Covid-19 turut dirasakan oleh Universitas Sumatera Utara. Hal ini disampaikan oleh Dr Tunggul Sihombing, M.A selaku Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Publik FISIP USU pada Webinar Manajemen Resiko Kebijakan Publik dalam Menghadapi New Normal, yang diselenggarakan oleh Publigo Institute bersama Prodi Administrasi Publik FISIP USU dan Rumah Milenial Indonesia, Selasa (9/6/2020).

Menurut Dr. Tunggul Sihombing perguruan tinggi terkhusus USU harus mendesain skenario kebijakan yang efektif dan harus based on data di era New Normal dan pentingnya arah baru agenda riset dan pengabdian masyarakat.

“Ini bukan persialan siap tidak siap, data dan fakta harus digunakan termasuk pertimbangan manejemen risiko sebagai rujukan untuk implementasinya. USU sebagai Perguruan Tinggi favorit juga harus siap menerima pergeseran signifikan terjadi pada nilai pembelajaran online yang tentunya menjadi tantangan besar baik keseriusan mahasiswa dan perguruan tinggi.” ujar Tunggul

Disisi lain Direktur Centre for Public Policy and Local Governance Studies (Publigo Institute), Piki Darma Kristian Pardede, M.Si sepakat atas pendapat Tunggul dimana menurut piki pardede skenario pembelajaran online yang layak perlu dikembangkan perguruan tinggi agar mampu memfasilitasi student needs dan student interest dalam hal ini terfokus pada mahasiswa.” Tutur Piki

Selain itu, tantangan besar menurut piki yang juga alumni pascasarjana USU adalah kapasitas tenaga pendidik yang didominasi orang tua memiliki keterbatasan dosen yang tidak siap dengan pembelajaran ini dituntut memberikan effort lebih untuk melek teknologi dimasa Revolusi Industri 4.0.

“PT harus berbenah baik dari sistem hingga infrastruktur pendukung lainnya, Dosen-dosen kita banyak yang sudah tua, harusnya dosen-dosen muda bisa ikut andil dan menjadi kreator dalam perumusan kebijakan universitas. Begitu juga soal prinsip dan nilai, PT harus didorong menuju research oriented, atau by research, apakah universitas siap menuju perubahan paradigma ilmiah dari pendidikan itu sendiri” tambahnya

Terkait kesiapan Perguruan Tinggi dalam menghadapi New Normal. Prof Robert Sibarani selaku Direktur Sekolah Pascasarjana USU, menganggap bahwa pandemi Covid-19 justru memberikan hal baru di dunia pendidikan khusus ditingkat universitas,

“Banyak hal positif yang kita alami sekarang walaupun dengan pengelolaan manajemen risiko yang harus kita lakukan. Karna dulu gaung Revolusi Industri 4.0 yang hanya sebatas konsepan dan tidak ada yang memaksa, sekarang dapat kita implementasikan melalui dunia virtual seperti saat ini. Inilah moment yang disambut oleh Universitas Sumatera Utara dalam konteks internasionalisasi universitas. Namun tetap memperhatikan seperti apa yng disampaikan Dr. Tunggul dan Piki tadi” tutur Prof Robert. (AK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini