LANGKAT, akses.co – Aksi demonstrasi yang di lakukan mahasiswa (kamis 31/3) kemaren di depan Kantor Dinas Pendidikan menyisakan cerita memprihatinkan.
Aksi perobekan surat pernyataan sikap dan intimidasi dalam bentuk bahasa daerah yang di lakukan Kadis Pendidikan kepada demonstran mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Ternyata aksi koboi yang di lakukan Kadis Pendidikan saat demonstrasi sedang berlangsung terekam dalam bentuk video dan menjadi bahan perbincangan publik.
Dalam video tersebut terlihat Kadis Pendidikan mengintimidasi orator aksi dengan kata-kata yang tidak layak di ucapkan oleh seorang pendidik.
Seperti yang di katakan Junaidi. S ketua DPC NGO TOPAN AD sesaat setelah melihat video tersebut mengatakan,”bahasa Kadis Pendidikan ini kalau di artikan dalam bahasa indonesia seperti,”kau kuliah dimana”,”aku kenal orang tua kau”,”saya bukan seperti kadis-kadis yang lain”dan “nanti kuhabisi kalian”,kata Junaidi.
Junaidi juga menambahkan, “tentunya bahasa tersebut tidak patut di ucapkan oleh seorang kepala dinas apalagi katanya dia seorang dosen.
Apalagi ada terdengar bahasa “nanti ku habisi kalian”,maksud dari bahasa ini apa?tentunya bahasa ini bisa di artikan seperti sebuah ancaman,tetapi ancaman dalam bentuk apa?inilah yang masih menjadi pertanyaan.kata Junaidi.S
Junaidi kembali menuturkan,”Kadis Pendidikan seharusnya paham bahwa demonstrasi yang di lakukan adik-adik mahasiswa di lindungi oleh undang-undang No. 9 Tahun 1998 tentang kemerdekaan pendapat di muka umum.
Didalam Undang-undang tersebut pada pasal 5 tentang hak dan kewajiban jelas tertulis warga negara yang menyampaikan pendapat di muka umum berhak untuk “mengeluarkan pikiran secara bebas dan memperoleh perlindungan hukum”.
Sikap kepala dinas pendidikan tersebut tentunya telah melanggar undang-undang dan mencederai cita-cita reformasi yang sudah di perjuangkan oleh bangsa ini dengan darah dan nyawa.
Untuk itu saya berharap kepada bapak Plt.Bupati Langkat untuk mengevaluasi jabatan kadis pendidikan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali.kata junaidi menutup.( MY )




