Menhan : Jika PKI Berontak Lagi Akan Berhadapan Dengan 250 Juta Anak Bangsa

PKI
Orasi kebangsaan di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo, Medan, Minggu (17/3/2019). (foto : akses.co/din).

MEDAN, akses.co- Partai Komunis Indonesia (PKI) harus berhadapan dengan 250 juta anak bangsa bila mau melakukan pemberontakan lagi. PKI merupakan salah satu hal yang menjadi ancaman keberadaan Pancasila.

Hal itu diungkapkan oleh Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu di acara Orasi Kebangsaan yang digelar Anak Republik Wilayah Sumatera Utara di Gelanggang Remaja, Jalan Sutomo, Medan, Minggu (17/3/2019).

“Kalau dia (PKI) mau berontak lagi, PKI harus berhadapan dengan 250 juta anak bangsa,” paparnya.

Ryamizard Ryacudu menambahkan PKI merupakan salah satu yang mengancam keberadaan Pancasila.

“Ancaman Pancasila, masalah PKI. Kita gak benci komunis. Karena komunis tempatnya di Rusia dan China. Bukan di Indonesia. Yang kita gak suka, PKI ini suka memberontak,” ungkapnya.

Ryamizard menambahkan PKI sudah tiga kali melakukan pemberontakan di Indonesia. Mulai dari tahun 1946, 1948 dan 1965.

“Masak, PKI mau berontak lagi,” ujarnya dihadapan ratusan para kader Anak Republik.

Lebih lanjut Ryamizard Ryacudu mengungkapkan Pancasila sudah disepakati dan ditetapkan sebagai dasar negara. Menurutnya, merubah Pancasila berarti merubah kesepakatan yang disepakati bersama Presiden Republik Indonesia yang pertama, Soekarno.

“Kita tahu dasar negara kita Pancasila. Kalau gak suka dengan Pancasila, keluar dari negara ini,” paparnya.

Selain PKI, Ryamizard mengungkapkan ancaman Pancasila lainnya adalah khilafah.

“Khilafah di Timur Tengah saja tidak laku. Sudahlah. Dasar negara kita ini Pancasila dan Pancasila dibentuk berdasarkan agama,” ungkapnya.

Selain ancaman Pancasila, Ryamizard menambahkan negara memiliki ancaman lainnya diantaranya ancaman yang bukan nyata seperti perang antar dua negara.

“Tapi itu potensinya masih sangat kecil,” ungkapnya.

Ancaman lainnya adalah ancaman yang sangat nyata. Ryamizard mencontohkan ancaman yang sangat nyata adalah teroris, pemberontakan separatis, cyber crime, masalah perbatasan, Narkoba, bencana alam dan penyakit.

Anak Republik Ajak Kadernya Jaga Integritas Bangsa

Sementara itu, Ketua Umum Kornas Anak Republik, Yahya Abdul Habib mengungkapkan Orasi Kebangsaan itu bertemakan “Menjaga Kedaulatan di Tengah Ancaman Disintegrasi Bangsa”.

Dalam kesempatan itu, Yahya mengajak para kader Anak Republik bersama-sama menjaga integritas bangsa.

“Anak Republik harus mengambil peran menjaga persatuan dan ideologi bangsa,” paparnya.

Ketua Panitia Orasi Kebangsaan, Imam Syuhada Akbar mengungkapkan sebanyak 700 kader Anak Republik menghadiri acara tersebut.

“Acara ini digelar karena kami melihat adanya ancaman disintegrasi bangsa menjelang Pemilu. Makanya, kami mengundang Bapak Menteri Pertahanan untuk memberikan orasi kebangsaan,” ungkapnya. (din)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini