Lintas Sektor Batubara Bahas Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman Dengan Sasaran 50 Desa

BATUBARA, akses.co – Pemerintah Kabupaten Batubara melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana melaksanakan sosialisasi Studi Environmental Health Risk Assessment (EHRA) kepada lintas sektor dan penentuan area Studi EHRA Kabupaten Batubara tahun 2022, di Aula Rumah Dinas Bupati, Kamis (28/4/2022).

Kepala Dinas Kesehatan P2KB Batubara drg. Wahid Khusyairi, MM mengatakan bahwa, EHRA atau studi penilaian risiko kesehatan karena lingkungan, merupakan salah satu studi primer yang harus dilakukan oleh kelompok kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Kabupaten Batubara.

“Studi ini bertujuan untuk menyusun Strategi Sanitasi Kabupaten berdasarkan pendekatan Program Percepatan Pembangunan Sanitasi Permukiman (PPSP),” sebutnya.

Dalam studi EHRA disyaratkan jumlah sampel (responden) minimal per Desa/Kelurahan adalah 40 responden dan jumlah sampel (responden) per RT/Dusun minimal 5 responden. Respondennya adalah ibu atau anak perempuan yang sudah menikah dan berumur antara 18 s/d 60 tahun.

Studi EHRA ini dilaksanakan secara penuh oleh Pokja PKP Kabupaten dengan penanggung jawab pelaksana adalah Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Batubara dengan sasaran 50 Desa/Kelurahan sebagai area studi.

Untuk menentukan Desa/Kelurahan sebagai area studi, maka dilakukan stratifikasi Desa/Kelurahan berdasarkan 4 kriteria utama, yaitu kepadatan penduduk, angka kemiskinan, daerah aliran sungai/drainase dan daerah terkena banjir. Stratifikasi/tingkatan ini dilakukan untuk alokasi proporsional perkategori.

Dalam pengambilan sampel rumah tangga mengawali pelaksanaan studi EHRA tahun ini, Pemerintah sudah melakukan rapat persiapan dan pembentukan Tim Studi EHRA pada tanggal 19 April yang lalu.

Kegiatan hari ini kegiatan sosialiasi Studi EHRA kepada Lintas Sektor dan Penentuan Area Studi EHRA Kabupaten Batubara tahun 2022 yang diikuti oleh Tim EHRA Kabupaten Batubara, Camat dan Kepala Puskesmas se-Kabupaten Batubara dengan menghadirkan Narasumber dari Dinas Kesehatan Prov. Sumatera Utara dan Konsultan Studi EHRA Balai Sarana dan Prasarana Permukiman Wilayah Sumatera Utara,” terang drg Wahid.

“Tujuan kegiatan ini, untuk membangun kesepahaman lintas sektor terkait pelaksanaan Studi EHRA Kabupaten Batubara tahun 2022,” terang drg Wahid.

Sebelumnya, Bupati Batubara Ir. Zahir, M. Ap yang diwakili Sekretaris Daerah menerangkan, bahwa dalam upaya mewujudkan pembangunan sanitasi yang tepat sasaran, Pemerintah Kabupaten Batubara membutuhkan Perencanaan yang Berkualitas Sebagai Acuan Pelaksanaan, Dokumen SSK (Strategi Sanitasi Kabupaten) berisi Pemetaan Kondisi Terkini Capaian Pembangunan Sanitasi Tingkat Kabupaten/Kota, Area Prioritas Penanganan, Strategi Pengembangan Sanitasi Serta Indikasi Kebutuhan Pelaksanaan Program Dan Kegiatan Pembangunan Sanitasi Untuk Jangka Waktu 5 (Lima) Tahun.

Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK) Batubara telah berarkhir dan ditargetkan tahun 2022 akan disusun SSK dengan data yang bersumber dari Studi EHRA ini.

“Sebagai bahan untuk menyusun kebijakan, advokasi, program dan kegiatan untuk mencapai target yang ingin dicapai yang tujuan akhirnya adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” sebut Sakti. (firs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini