SIMALUNGUN, aksesco.com – Kinerja Asisten Personalia Kebun (APK) PTPN IV Kebun Silau Dunia, Darma Tambunan, menuai kritik tajam.
Pasalnya, Ia dinilai kurang berkomitmen dalam memberantas pencurian produksi sawit yang berujung pada tindakan kekerasan terhadap personel keamanan perusahaan.
Informasi diperoleh, Peristiwa bermula pada 15 November 2025, saat seorang petugas Satpam bernama Lan sedang menjalankan tugas pengamanan di areal Afdeling IV Kebun Silau Dunia. Lan berhasil menggagalkan aksi pencurian kelapa sawit yang diduga dilakukan oleh seorang warga berinisial OP.
Tidak terima hasil curiannya disita, OP kembali bersama dua orang rekannya dengan membawa senjata tajam.
Pelaku kemudian menyerang Lan dan membacoknya sebanyak tiga kali menggunakan parang. Meski mengalami luka-luka, Lan berhasil menyelamatkan diri dan langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pimpinan perkebunan.
Anehnya, dari informasi yang beredar, pelaku penganiayaan tersebut dilaporkan bebas berkeliaran di domisilinya di Dusun Silonduyung, Desa Negori Kec. Silau Kahean, Simalungun.
Informasi ini membuat kekhawatiran dikalangan karyawan. “Tangkap pelaku, jangan ada pembiaran, hukum harus ditegakkan dengan seadil-adilnya”, ujar korban.
Jika kasus ini tidak ditangani serius, Darma Tambunan selaku APK yang bertanggung jawab atas urusan hukum dan personalia di kebun dianggap gagal dalam menangani permasalahan ini.
Hingga berita ini dikirim ke redaksi, Jum’at (9/1/2026). APK PTPN IV Kebun Silau Dunia, Darma Tambunan belum dapat dikonfirmasi.
Publik dan karyawan mempertanyakan fungsi dan efektivitas jabatan APK dalam memberikan perlindungan hukum serta menjamin keamanan bagi staf yang bertugas di lapangan. (Red/006)




