BATU BARA, aksesco.id – Ketua Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kabupaten Batu Bara Muhammad Zen Sahdi, SH menilai Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) Ke-XVII yang diselenggarakan Pemkab Batu Bara yang saat ini dipimpin Pj. Bupati Nizhamul minim dari kata mengagungkan Syi’ar Islam di Bumi Melayu Batu Bara.
“Bagaimana tidak, MTQ yang sebaik-baiknya itu harus digelar di lapangan terbuka (out door) agar seluruh masyarakat dapat menikmati kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya mensyiarkan agama Islam,” cetus Zen Sahdi kepada wartawan saat temu ramah bersama sejumlah wartawan di Kecamatan Talawi, Minggu (10/03/2024).
Selain itu, Ketua GPI juga menuturkan kritikan hangat terhadap Pj Bupati Batubara Nizhamul dan Yusrizal sebagai Kabag Kesra yang tidak bijak dalam menggelar Majelis Dakwah seperti MTQ Ke-XVII tersebut.
“Pemerintah Kabupaten Batubara harus Flashback kembali, karena Batu Bara adalah kampungnya dan gudangnya para Ulama,” ungkap Ketua GPI.
Selain dinilai tidak menyiarkan agama Islam secara terbuka pada MTQ tahun ini yang digelar di dalam Hotel Grand Malaka di Kecamatan Talawi pada minggu lalu juga menuai kritikan hangat dari Ketua GPI dan sejumlah masyarakat.
“Bahkan, MTQ ke-XVII Batu Bara tidak sesuai dengan tema. Apalagi terlaksananya didalam hotel, seharusnya dengan mengagungkan Syi’ar Islam harus digelar di lapangan terbuka agar seluruh masyarakat Batubara dapat menikmati lantunan ayat suci Al-qur’an dan pengetahuan Islam lainnya melalui Fahmil Qur’an,” ungkapnya.
Zen Sahdi menilai kembali, bahwa kegiatan itu terlihat seperti resepsi pernikahan pada umumnya, ketika kita melintas di acara itu.
“Pj Bupati Batu Bara Nizhamul dan Kabag Kesra hingga detik ini saya nilai tidak kooperatif kepada masyarakat sehingga tidak melahirkan citra budaya baik di kampung para ulama ini,” tuturnya.
Selain syi’ar Agama Islam, MTQ yang seharusnya digelar di lapangan terbuka itu juga mampu meningkatkan perekonomian rakyat kecil, karena setiap event besar ada pedagang-pedagang kecil yang turut mengambil kesempatan membuka warung-warung kecil untuk berjualan.
“Artinya, selain mengagungkan syi’ar Islam, MTQ juga dapat menambah pendapatan masyarakat kecil dalam mengarungi kehidupan sehari-hari. Sembari berdagang, mereka juga dapat meriahkan Suasana MTQ Ke-XVII jika terealisasi di lapangan terbuka,” sebutnya Ketua GPI.
Saat dikonfirmasi Kabag Kesra Kabupaten Batubara berkelahi hanya menyesuaikan anggaran sebesar Rp. 1,6 M dengan 8 cabang perlombaan MTQ yang dilaksanakan hanya didalam ruangan yang salahsatunya didalam sebuah hotel di Kecamatan Talawi.
“Menyesuaikan angaran,” jawab Kabag (firs)




