SINGKIL, akses.co – Petani Kabupaten Aceh Singkil belakangan ini kewalahan atas kelangkaan pupuk bersubsidi.
Kasdin Tinambunan, salah seorang petani sawit di Kabupaten Aceh Singkil mengatakan kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut sangat berpengaruh dengan hasil panen.
Dijelaskannya, selain hasil buah yang kurang bagus, kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Aceh Singkil itu juga menyebabkan menurunnya hasil panen.
“Akibat langkanya pupuk subsidi tersebut, kisaran tiga sampai empat tahun sawit saya tidak terpupuk, begini lah hasilnya buahnya jelek dan tidak memuaskan”, kata dia, kemarin.
Dijelaskannya, ditingkat petani saja susah, untuk memupuk sawit masyarakat saja susah sekali.
Kasdin menjelaskan saat dirinya membeli pupuk subsidi di kios resmi, ada dua perbandingan harga.
“Seperti waktu saya beli pupuk SP-36, di satu toko Rp 160 ribu dan kios satu lagi Rp 155 ribu”, tuturnya.
Sedangkan, lanjutnya, di Harga Eceran Tertinggi (HET) nya itu kisaran Rp 120 ribu.
Ia berharap kepada Pemerintah Daerah agar memperhatikan para petani menengah kebawah.
Menurutnya, para petani sangat berharap pupuk bersubsidi.
“Karena saya sendiri kalau membeli pupuk non subsidi tidak sanggup, perbandingan harganya jauh sekali”, keluhnya. (S.Munthe)




