Jelang Lebaran Harga Cabai di Sumut Anjlok, Per Kilo Dihargai Rp16 Ribu

Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

MEDAN, akses.co – Harga cabai merah di Sumut anjlok hingga Rp16 ribu per kilogram dari sebelumnya bisa mencapai Rp40 ribuan per kilogram. Anjloknya harga cabai tersebut terjadi karena sepinya permintaan saat sedang panen besar.

Salah seorang pedagang cabai di Pasar Sukaramai, Sabar Ahmad, Selasa (12/5), mengatakan, harga cabai merah memang saat ini turunkarena produksinya lagi banyak, sementara permintaan sedikit.

Menurut dia, harga jual terus turun sejak Januari akibat panen dan disusul ada Virus Corona sejak akhir Februari yang membuat permintaan turun.

“Biasanya mendekati Bulan Ramadhan dan Idul Fitri begini, harga cabai merah melonjak tajam,” tegasnya.

Sementara itu, Kasubbag Program Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut mengakui bahwa sejak Januari 2020 terjadi panen cabai merah. Menurutnya, pada Januari 2020 produksi cabai merah di Sumut mencapai 17.569 ton.

Katanya, walau produksi sudah turun sejak Februari atau menjadi sekitar 13 ribuan ton per bulan, tapi produksi cabai merah itu masuk kategori tinggi.

Lanjutnya, pada April produksi cabai merah di Simalungun tercatat paling tinggi atau 5.164 ton, kemudian Karo 3.994 ton dan Batubara 150 ton setelah sempat mencapai 4.460 ton di Januari 2020.

“Saat produksi tinggi, permintaan anjlok akibat COVID-19 sehingga harga jual tertekan terus. Hotel, restoran,  kafe, dan rumah makan yang berhenti beroperasi akibat COVID-19 membuat permintaan anjlok, permintaan semakin melemah karena daya beli masyarakat juga turun,” katanya. (ggs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini