MEDAN, akses.co – Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution mengajak semua pihak menekan angka inflasi harga komoditas bahan pangan jelas Idul Adha 1440 H. Saat ini inflasi harga bahan pangan di Kota Medan mencapai 1.33%
Hal ini disampaikan Akhyar ketika memimpin rapat pembahasan masalah ini dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Medan di Balai Kota Medan, Selasa (6/8/2019).
“Rapat ini menjadi penentu langkah bagi kita untuk menghadapi nilai inflasi Kota Medan yang saat ini mencapai 1.33%. Kami berharap semua pihak dapat menjalankan fungsi dan perannya masing-masing untuk menekan angka inflasi sehingga tidak berdampak besar bagi produsen maupun konsumen,’’ kata Akhyar.
Dia menjelaskan, inflasi terbesar berasal dari cabai karena tingginya jumlah permintaan warga. “Jangan sampai kenaikan inflasi justru merugikan petani dan membebani masyarakat. Jadi sinkronisasi ini mutlak dibutuhkan agar perekonomian Kota Medan tetap stabil dan maju,’’ ungkapnya.
Selain itu, faktor lain yang menjadi penyumbang terjadinya inflasi adalah masalah tekhnis yang terjadi di lapangan, terlebih saat pendistribusian barang yang diperoleh dari wilayah pemasok seperti Kabupaten Karo. Cuaca buruk serta kendaraan yang mengalami kerusakan juga menjadi pemicu inflasi.
‘’Kita tidak dapat pungkiri bahwa banyak faktor lain yang turut menjadi penyebab terjadinya inflasi. Kondisi cuaca dan bahkan kendaraan juga menjadi salah satu penyebabnya. Terlebih akses jalan distribusi dari dan menuju Kabupaten Karo sabagai salah satu daerah pemasok komoditas cabai tidak ada alternatif lain. Tak ayal, kendala di lapangan menjadi penyebab naiknya harga,’’ jelasnya. (eza)




