Asahan, akses.co – Harga getah karet di Kabupaten Asahan terjun bebas, harga karet disana tembus Rp. 3.000 – Rp. 4.000 / Kg. Harga ini merupakan harga terburuk sepanjang 2 Dekade terakhir. Tepatnya di Kecamatan Bandar Pulau, harga getah karet yang sebelumnya mencapai Rp. 6.500 – Rp. 8.500 / Kg sekarang hanya tinggal Rp. 3.000 – Rp. 4.000 / Kg.
Saat ditemuai oleh akses.co para petani yang ada di Desa Aek. Nagali Kecamatan Bandar Pulau pada Minggu (10 Mei 2020) mengaku sangat kecewa dengan harga karet ini. Mereka mengatakan bisa bisa kami bukan mati karena corona, tapi mati karena kelaparan akibat harga karet seperti ini. Jangankan untuk makan untuk menutupi biaya produksi saja tak bisa. Bayangkanlah, kami harus beli minyak kereta, belum lagi untuk beli pupuk, upah memanen, dll ungkap petani karet.
Sambungnya lagi kalau kami serba salah dibuat harga karet seperti ini. Mau kami deres pohon rambung itu, harga hancur, gak kami deres pohon rambung itu, pohon rambung kami yang rusak kulitnya.
Salah satu agen karet yang dijumpai oleh akses.co mengatakan, anjoknya harga karet karena terhentinya proses Ekspor karet di masa pendemi ini. Kami biasanya buang karet ini ke Pabrik PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate. Tapi sekarang pabrik tersebut tidak menerima karet kampung lagi, mereka hanya mengelola hasil karet perkebunan milik mereka sendiri, ungkap agen karet.
Memang untuk memutus rantai penyebaran Covid19 Pemerintah membatasasi kegiatan Ekspor Import. Sementara karet dalam Negeri merupakan salah satu komoditas terbesar Ekspor.
Para petani berharap Pemerintah segera memberikan solusi untuk masalah ini, apalagi karet merupakan satu-satunya penghasilan mereka. Mereka harus menafkahi anak istri. (sa)




