BINJAI (akses) – Fraksi Gerindra minta Pemko Binjai bentuk Satuan Tugas (Satgas) parkir untuk mencegah kebocoran pendapatan daerah. Pendapatan parkir di Binjai ini bertahun-tahun jadi ladang korupsi.
“Dilihat dari wilayah perkotaannya, Binjai ini mirip dengan Langsa. Tapi ketimpangan pendapatan parkirnya jauh sekali, Langsa itu pendapatan parkir per tahunnya 2 Miliar, sementara Binjai hanya 900 jutaan lebih tiap tahunnya,” kata Ronggur. Simorangkir Anggota DPRD Binjai Fraksi Gerindra, Kamis (5/2).
Ronggur mengatakan, dari tahun 2022, 2023, 2024 dan 2025, pendapatan parkir kita tak pernah tembus 1 Miliar. Jadi pertahunnya kisaran 965/970 jutaan saja.
Lanjutnya, jika dihitung pendapatan per hari dari penerimaan pendapatan per tahun, maka dalam sehari pendapatan parkir di kota Binjai ini hanya 2,6 juta per hari.
“Aneh jika kota Binjai itu kemampuan memungut parkir per harinya hanya segitu, dan sangat tidak logis. Kami terima laporan ada oknum pejabat yang sangat dekat dengan Pak Walikota yang jadi pemainnya,” kata Ronggur.
Ronggur mendorong agar Pemko segera membentuk satgas perparkiran dengan melibatkan TNI/Polri, Kejaksaan dan DPRD kota. Jadi biar kita sama-sama cari solusinya agar pendapatan daerah di sektor parkir meningkat.




