BATU BARA, akses.co – Gerakan Mahasiswa Batu Bara menyayangkan atas kinerja Kepala Dinas Pemuda olahraga dan pariwisata (Kadisporapar) Kabupaten Batu Bara karena dianggap tidak becus dalam menjalankan perintah surat Edaran Bupati Batu Bara terkait penutupan tempat wisata selama corona.
Hal itu disampaikan Ketua GEMA Batu Bara, Arwan Syahputra, kepada akses.co, minggu (31/5/2020), bahwa Bupati Batu bara, Ir Zahir Map, sudah menunjukkan keseriusannya dalam menekan angka penyebaran covid-19 di daerah nya, dengan mengeluarkan surat edaran no 443/3063 tentang Perpanjangan penutupan sementara kegiatan industri pariwisata dalam upaya memutus rantai penularan covid-19 di kabupaten Batu bara.
“Surat edaran itu, tentu bertujuan untuk memperketat masuk nya pandemi covid-19, apalagi Kabupaten Batu bara ini masih dalam zona hijau soal covid-19. Tentu, edaran itu seharusnya di eksekusi oleh para OPD, sesuai fokus nya masing masing,”jelas Arwan.
Tapi seolah-olah, Sambung Arwan, berbanding terbalik bahkan tak senada dengan Bupati, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan pariwisata (Kadisporapar), Safri Musa cs, dianggap hengkang terhadap Surat edaran Bupati Zahir itu, karena masih ada wisata pantai tetap buka di tengah pandemi corona ini.
“Wisata Pantai masih ada yang buka, begitupun dengan wisata pulau salah nama dan pandang, kan terkesan Kadisporapar enggan alias hengkang membantu Bupati dalam menekan angka penyebaran covid 19, bukti nya Edaran Bupati tak di eksekusi, atau tak becusnya kadis ini, atau bahkan hati nya sudah mati?, “kata Arwan kepada akses.co (31/05/2020)
Seperti di lansir dari koranmonitor.com,
Pantai yang masih buka adalah, Pantai Bali terletak di Desa Masjid lama Kecamatan Talawi bersebelahan dengan Pantai Bunga yang berlokasi di Desa Bandar Rahmat Kecamatan Tanjung tiram.
Lebih lanjut dikatakan Arwan, Selain di anggap tak bertanggungjawab atas amanah dari Bupati zahir, Mahasiswa itu juga kesal atas ucapan kadis itu di awak media, yang berbunyi ‘tak mungkin kami 24 jam mengawasi pantai’.
“Ya memang tak mungkin, tapi kalau dia itu amanah (kadisporapar-red), tentu dia punya cara, minimal kan bisa panggil pengelola pantai dan buat kesepakatan bersama. Jadi jangan membiarkan macam gini, dan beralasan lagi di medan, kabur atau cemana,?, ” pungkas Mahasiswa akrab di sapa Bung Arwan itu.
Atas hal itu, Gerakan Mahasiswa Batu bara meminta Bupati Zahir menindak tegas Kadisporapar.
“Kami pinta bupati memanggil Kadis satu itu, biar tanggung jawab dia, dilihat kerja Kadisporapar ini selama pandemi, ia juga berpotensi di copot, karena ederan bupati saja dia tak sigap, ” tandasnya.
Sebelum nya, di lansir dari koranmonitor.com, Ketika dikonfirmasi lewat seluler,
Kadispora Batu Bara Safri Musa mengatakan, dirinya sedang berada di Medan.
Ketika dipertanyakan tentang dua pantai yang menerima pengunjung dan mrngutip uang masuk, Safri mengatakan sudah melakukan koordinasi kepada pihak pengelola pantai.
” Tak mungkin kami terus 24 jam mengawasi pantai, kami sudah koordinasi sama pengelola”, ujarnya diujung telepon.




