Gawat! Elektronik Masyarakat Rusak, Subsidi 3 Bulan dari PLN Tidak Sebanding

BATU BARA, akses.co – Subsidi 3 bulan yang diberikan Pemerintah akibat Covid 19 terhadap pengguna 450 VA dan 900 VA sepertinya tidak sebanding dengan apa yang dialami masyarakat Kabupaten Batu Bara, karena mengalami kerusakan pada elektronik akibat tegangan arus dari PLN yang tidak stabil dan terkesan labil.

Itulah yang di katakan masyarakat Kabupaten Batu Bara, Sebut saja Salim, salah satu warga Desa Gambus Laut, Kecamaran Lima Puluh Pesisir mengalami kerugian yang tak sedikit nominalnya bahkan lebih dari apa yang di subsidi pemerintah melalui PLN.

Tak tanggung-tanggung, Salim mengatakan, TV dan 3 bola lampu sudah tidak bisa digunakan lagi, akibat tegangan listrik dari PLN tidak stabil. Sehingga dirinya mengalami kerusakan pada alat elektronik miliknya.

Hal yang serupa, bukan hanya Salim menjadi korban PLN, namun juga terjadi pada Nazariah, Warga Dusun VII, Gambus Lautz mengatakan, sedikitnya ada 3 bola lampu yang putus dan terbakar.

“Ditengah masa yang sulit seperti ini, saya hanya mampu beli 1 bola lampu saja, dan ada 2 lagi yang belum dibeli, akibat tegangan dari PLN tidak stabil,”katanya.

Belum lagi kerugian yang dialami pelanggan lain, Suheri misalnya, 6 bola lampu dirumahnya sekaligus mengalami kerusakan ( putus ), atau Muhammad Ali, selain beberapa bola lampu dirumahnya rusak satu unit televisi nya juga mengalami kerusakan tak lagi berfungsi, dan masih banyak pelanggan lainnya yang mengalami hal yang sama.

Selanjutnya, Fahmi, warga Dusun VII menaggapi postingan dari salah satu media Zulnas.com, bahwa PLN siap siaga 24 jam untuk menanggapi tegangan arus listrik. Namun hal itu disanggah, karena Kata Fahmi, seharusnya PLN berlaku fair dan obyektif, seharusnya muncul opsi dan solusi dari perusahaan plat merah tersebut, bukan hanya menyatakan bahwa mereka responsif dan siaga bila ada gangguan yang terjadi dilapangan.

“Akibat kejadian semalam, bertepatan 1 Syawal 1441 H, hari lebaran pertama, kami menagalami kerugian akibat PLN, jangan ketika pelanggan telat bayar arus listrik diputus, tapi pada kasus seperti ini PLN seperti tidak fair,”ungkap Fahmi.

Lebih lanjut dikatakan Fahmi, bahwa Kondisi seperti itu terjadi bukanĀ  karena keinginan kita, baik pihak PLN, maupun pelanggan, tapi persoalan kemarin pihak PLN tidak cukup selesai, ketika PLN turun kelapangan dan memperbaiki titik-titik arus yang mengalami gangguan tersebut.

“Sampai hari ini setidaknya ada 3 unit televisi, 1 ampliifer dan lebih dari 50 buah bola lampu pelanggan dari berbagai ukuran dan merk tidak lagi berfungsi/rusak. Sampai tadi malam masih ada masyarakat yang mengalami hal tersebut hanya mampu membeli 2 buah dari 4 atau 5 buah bola lampu mereka yang rusak karena kenaikan arus tersebut,”katanya.

Oleh karanya, ia berharap, dalam kondisi seperti ini PLN juga mampu memunculkan ide dan gagasan serta solusi cemerlang.

“Bukan hanya siap siaga menjaga 24 jam tegangan arus saja,”sindirnya. (AK)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini