Dituduh Manipulasi Rekomendasi, Riki: Kita Akan Selesaikan Jalur Hukum

MEDAN, akses.co – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan sudah masuk dalam masa akir untuk pemilihan Ketua Umum baru dengan melakukan proses rangkaian yang dinamakan Konfrensi Cabang (Konfercab) yang ke-XLV.

Dalam proses konfrensi tentu kader HMI Cabang Medan antusias untuk ikut dalam kontestasi guna mengambil momentum menjadi kandidat ketua umum di HMI Cabang Medan.

Dari serangkaian prosesi, dari opening, pengambilan berkas formulir, hingga pengembalian formulir yang nantinya akan menjadi pertarungan kandidat yang sesuangguhnya.

Dalam hal itu ada lima nama yang menjadi sorotan yang akan menahkodai HMI Cabang Medan dalam konfrensi ke-XLV yang dihasilkan oleh Tim SC ( Stering Comite ) yaitu :
1. Ridho Fahrezi dari FKG USU
2. Beni Harahap Dari FISIP USU
3. Dwi Jaka Pranata Tekhnik Unimed
4. Ari Rangkuti dari FIP UNIMED

Tentu kita bertanya kemana satu kandidat lagi Sanro Andrian Hutasuhut yang bersal dari Komisariat ITM.

Berdasarkan kronologi yang berhasil dihimpun, pada Kamis malam (16/12) Riki selaku Ketum Demisioner pertama Komisariat FIS UINSU menelpon Via Seluler tentang rekomendasi peminjaman sementara ke Komisariat ITM.

“Saya telpon via celluler, Ansor sebagai Ketua Umum FIS UINSU yang sekarang untuk hal rekomendasi itu, bagi saya ini adalah etika organisasi, saya diskusi sewaktu Ansor dalam perjalanan di Bus menuju kemedan, Riki bilang ITM ini mintak tolong sekali mintak surat rekomendasi dari Fis untuk bisa landing ke kandidat nantinya, dalam nada kuat Ini Hanya peminjaman sementara karna bahasanya mintak tolong singkat cerita Ketua Umum Ansor meng iyakan dan mengokekan hasil diskusi itu, dan menjawab oke bang, ini gak ada effek ke Komisariat kan, dan saya bilang saya akan garansi dan tanggung jawapi ini,” jawabnya saat dikonfirmasi Sabtu, (19/12/2021).

Setelah itu lanjut Riki, ia menelpon Wira sebagai Sekum Komisariat untuk datang ke warkop kita dalam pembuatan surat, dan Wira pun meng oke kan, hampir 3 jam menunggu tidak datang dan dikabarkan di sembunyikan oleh oknum2 yang mengambil kepentingan. Sehingga surat itu di pdf kan untuk segera diantar, dalam proses nya hingga pagi sekitar jam 03.00 Wib dini hari.

“Saya memberikan nomor ketum Dicky demisioner tarbiyah ke ansor agar ketika ansor sudah di Medan beliau akan berkomunikasi intens dengan Dicky selaku MC dan ketum demisioner tarbiyah namun tidak di indahkan. Setelah itu saya menyuruh ansor ke warkop namun tidak diindahkan juga. Pada kesempatan singkat mereka datang juga,” terang Riki.

Berjalannya prosesi surat peminjaman mandat pada akirnya memanas hingga ada oknum yang sengaja mengambil kepentingan dalam kesempatan ini.

Selaku Ketua Umum Pertama yang mencetus HMI KOMISARAIAT FIS, Riki menjelaskan bahwa ia lah yang berhak atas ini, karena menurutnya HMI Komisariat FIS adalah rumah tempat ia berproses.

“Namun saya di tuduh memalsukan surat rekomendasi peminjaman ke Komisariat ITM, saya heran ada orang yang mengambil kesempatan pada kesulitan ini. Untuk info lebih lanjutnya kita akan tempuh jalur hukum untuk masalah ini segera selesai,” cetus Riki. (firs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini