Deliserdang, akses.co – Setelah melakukan pencabutan nomor urut yang di laksanakan Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K). Dari 5 calon Kepala Desa Tanjung Morawa B, Nazarianti merasa beruntung dengan mendapat nomor urut 1. Ia mengaku, Ini salah satu pilihan terbaik yang di beri Allah kepadanya.
“Syukur Alhamdulillah, dalam setiap sujudku selalu meminta diberi yang terbaik olehnya. Mungkin ini salah satu pilihan terbaik yang diberi Allah kepadaku saat ini. Sebab, jika segala sesuatu diawali niat baik pasti berakhir dengan hasil yang baik pula”, ucap Nazarianti kepada akses.co, bertempat di Dusun II (18/3).
Menurutnya, nomor urut satu yang didapat adalah sebuah angka keberuntungan. Selain selaras dengan pencalonan dirinya, ini juga dapat memudahkan warga serta pendukung untuk lebih mengenalnya saat membuka kertas suara sewaktu mencoblos nantinya di Tempat pemungutan suara (TPS).
“Pas kali memang, karena semua selaraskan! Dapat nomor urut satu, dari kelima calon saya sendiri perempuan. Semoga dengan izin Allah, saya nanti wanita pertama yang jadi Kepala Desa di Tanjung Morawa B dan membawa perubahan seperti yang di harap masyarakat. Aamiin,” sebut keponakan pemilik rumah Qur’an Amindi barokah ini.
Nazarianti mengatakan, tidak sulit membuat Desa Tanjung Morawa B ini untuk jadi lebih baik. Dimana potensi Desa yang banyak ditambah lagi anggaran dari pemerintah pusat. “Kenapa bisa, Desa Tanjung Morawa B ini jadi tertinggal? Berarti jelas ada yang tidak benar selama ini,” terang wanita yang pernah membawa harum nama Kecamatan Tanjung Morawa, dalam Tilawatil Qur’an tingkat Deliserdang ini.
Disamping itu, kemauannya untuk maju menjadi Kades atas dasar ingin menyahuti keluhan masyarakat. “Warga kerap mengeluh tidak maksimalnya pelayanan selama ini. Belum lagi morat maridnya data penerima bantuan, warga sangat berharap agar tepat sasaran,” katanya.
“Keluhan ini akan jadi pekerjaan mendasar jika saya terpilih, harus kita tuntaskan itu. ‘Intinya harus kita mudahkan la urusan orang, urusan kita serahkan pada Allah’. Kan begitu perintahnya,”tegas Nazarianti yang pernah menjuarai Cabang Putri MTQ dan Nasyid perwakilan perguruan tinggi se Sumatera Utara itu.
Disisi lain, tekadnya maju untuk jadi Kades tidak mudah seperti yang dibayangkan. Meski punya niat baik, namun aneka intrik politik luar biasa hebat harus dihadapi.
“Rupa-rupa bentuk serangan itu yang datang. Pembunuhan karakter sangat lazim dilakukan lewat fitnah yang mediumnya adalah kata-kata. Fitnah, hoaks yang terus disebar saya nilai adalah bentuk kampanye hitam sekaligus negatif dan sangat tidak manusiawi. Sebab, disitu pasti ada unsur untuk menjatuhkan lawan main,”ungkap Yanti.
Menanggapi hal itu, kita selalu berpesan kepada tim dan pendukung untuk tetap tenang dan sabar. “Berpolitik la dengan santun, sampaikan hal yang baik tentang saya saja dan jangan meyebar fitnah lawan main manapaun,”bilang sosok seorang perempuan yang pernah menjuarai berturut-turut selama tiga tahun MTQ Tilawatil Qur’an tersebut.
“Pendukung kita yang datang sedari awal hingga kini umumnya karena hati, tidak ada unsur paksaan. Pastinya, Allah adalah sebaik-baik penentu,” jelas Nazarianti. (Manahan.D)




