LANGKAT, aksesco.id – Dunia pertanian kembali mendapatkan kabar yang memekakkan telinga para pendengar dengan munculnya dugaan penetapan tersangka menteri pertanian. Hal ini cukup menjadi perhatian publik terutama para pelaku kelompok tani.
Disaat para pelaku tani sedang mengikuti acara Pekan Nasional (PENAS) yang dilaksanakan di kota Padang Sumatera Barat, para petinggi di Kementerian Pertanian malah menjadi sasaran KPK.
Dinas pertanian Kabupaten Langkat juga ikut andil dalam memeriahkan acara PENAS tersebut dengan mengirim peserta sebanyak 74 peserta sesuai yang telah di lepas keberangkatannya oleh plt. Bupati Langkat.
Terkait keberangkatan Dinas Pertanian Langkat mengeluarkan anggaran yang cukup besar yakni sebesar Rp631.929.250.
Ini juga seharusnya menjadi perhatian serius bagi para penegak hukum masing masing daerah.
Dikarenakan dengan adanya kegiatan seperti itu, besar kemungkinan adanya dugaan permainan dalam hal persiapan dan pelaksanaan kegiatan tersebut.
Hal ini mencoreng nama dunia pertanian yang notabenenya negara agraria.
Belum juga selesai proses PENAS 2023 yang dilaksanakan di SUMBAR, dinas pertanian kembali diterpa isu miring Terkait dugaan pemotongan uang BBM bagi kendaraan dinas.
Isu ini merebak dikarenakan besarnya dugaan pemotongan anggaran uang BBM tersebut sampai menyentuh angka dalam persen sebesar 60% dari jumlah yang diterima.
Dugaan pemotongan uang BBM ini terindikasi dilakukan oleh oknum kasubbag umum dinas pertanian Langkat yang pada beberapa waktu yang lalu juga pernah diduga melakukan pungli yang serupa.
Kasubbag umum dinas pertanian Langkat saat dikonfirmasi melalui via WhatsApp sampai naik berita tidak membalasnya. (MY)




