MEDAN, aksesco.id – Halal Bihalal Akbar Pengurus Besar Ikatan Pelajar Mahasiswa Batu Bara (PB. IPMBB) yang dilaksanakan di Gedung Martabe Kantor Gunernur Sumatera Utara, Kota Medan diwarnai aksi kericuan, hingga viral di media sosial, Minggu (14/05/2023).
Ironisnya, Halal Bihalal Akbar kali ini dihadiri Bupati Batu Bara Ir. Zahir, M. Ap bersama Asisten I Setdakab Rusian Heri dan Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata Safri Moesa dan turut dihadiri tokoh alumni IPMBB Sofyan Alwi, para Komisariat Pengurus IPMBB dan para mahasiswa Batu Bara se-Sumatera Utara.
Pada Halal Bihalal Akbar ini, Bupati Zahir juga menyampaikan, bahwasanya mahasiswa harus mempunyai integritas yang besar dan kuat. Ia mengajak para mahasiswa untuk dapat menyelesaikan secara bersama-sama jika ada permasalahan.
Berdasarkan konfirmasi wartawan kepada admin Instagram PK. IPMBB UIN-SU, kericuan itu terjadi bermula atas adanya dugaan penggelapan dana hibah dari Pemerintah Kabupaten Batu Bara sebesar Rp. 50 Juta yang diserahkan kepada Ketua Darmawan Sarianto.
“Sedikit saja saya menjelaskan soal satu permasalahan, yang sampai hari ini belum mendapat titik terang. Yaitu masalah Dana Hibah dari Pemkab Batu Bara yang keluar pada tahun 2022 lalu dengan nominal Rp. 50 Juta,” jelas admin Instagram @pk_ipmbb_uinsu.
Selain itu, dari surat yang diterima wartawan, sebelumnya pertanggal 12 April 2023 dari 5 Pengurus Komisariat IPMBB yakni UIN-SU, IAIDU, UNA, UNIVA, UNPAB menyampaikan surat mosi tidak percaya kepada Ketua, Sekretaris, dan Bendahara PB IMPBB, atas tindakan berikut ini.
1. Kepemimpinan yang Otoriter (Memberhetikan dan Menaikkan Ketua-ketua PK IPMBB tanpa berpedoman kepada AD/ART, malah berpedoman kepada asas ketidak sukaan PB IPMBB).
2. Diduga menggunakan dana hibah IPMBB untuk kepentingan pribadi.
3. Diduga memanfaatkan Organisasi Untuk Kepentingan Politik.
4. Tidak menepati atas Janji-janji Ketua Umum PB IPMBB kepada Pengurus-pengurs Komisariat IPMBB di Sumut pada saat Muskernas PB IPMBB.
5. Melanggar AD/ART Ketua Umum belum menikah atau tidak boleh menikah selama menjabat.
Persoalan dana hibah, dijelaskan admin IG PK IPMBB bahwasanya ketika dana hiba itu keluar, ketua PB IPMBB tidak memberitahukan hal tersebut kepada seluruh warga dan kader IPMBB atau paling tidak KSB di masing masing PK.
“Bahkan yang lebih parahnya lagi Sekjen dan Bendahara Umum PB IPMBB pun tidak mengetahui hal ini, dan jujur, KSB PK UIN mengetahui soal dana hibah itu telah cair dapat informasi dari kawan kawan kita IMABARA,” katanya.
Kemudian, persoalan cairnya dana hibah itu baru diberitahu ketika Ketua Umum PB IPMBB ada permasalahan pribadi dengan salah satu anggotanya, sehingga anggota itu membeberkan soal dana itu telah keluar sampai telah kemana uang itu digunakan oleh ketua umum PB IMPBB.
“Kalau tidak kerna ada permasalahan pribadi antara ketua PB IPMBB dengan salah satu anggotanya soal dana hibah itu telah cair, saya pastikan soal uang itu tidak terbuka sampai sekarang). Pada saat itu juga lah ketua PB memberikan klarifikasi dan akan mengembalikan uang itu pas acara Muskernas IPMBB yang diadakan di Perapat kemarin,” jelasnya lagi.
Soal Dana Hibah Rp. 50 Juta, dijelaskan kala itu ketika mendengar klarifikasi dari ketua PB IMPB, seluruh PK mengurungkan niat untuk membahas soal dana hibah 50 Jt sampai menunggu kegiatan Muskernas itu digelar. Tibalah saat kegiatan Muskernas berlangsung, ternyata janji Ketua Umum PB IMPBB untuk membahas dan mengembalikan uang itu hanya palsu.
Admin PK IPMBB UIN-SU juga menjelaskan, bahwa di penghujung kegiatan Muskernas, mengingat waktu dan keadaan yang tidak kondusif lagi, Ketua Umum PB IPMBB kembali berjanji dihadapan seluruh KSB PK dan peserta yang hadir pada saat itu, berjanji akan membahas dana itu setelah Forum Muskernas ditutup dan menyuruh KSB PK menjumpainya untuk rapat soal dana tersebut.
“Namun itu hanya omong kosong atau janji palsu lagi, KSB PK UIN telah menunggu dan menjumpai sampai jam 12 malam di lokasi kegiatan Muskernas itu, dia mengelak dan menyuruh orang lain (anggotanya) untuk menjumpai dan bercerita dengan kami, dan janji dia itu nihil,” terangnya kembali.
Sementara itu, Ketua Umum PB. IPMBB Darmawan Sarianto saat dimintai tanggapannya terkait kericuan yang terjadi, dengan tegas dijelasnya bahwa pengurus yang ada di PK ada yang menunggangi, mengingat saat ini memasuki tahun politik.
“Tahun politik. Biasa bang, adik-adik ini di tunggangi,” tegasnya dikonfirmasi via WhatsApp.
Sedangkan persoalan dana hibah, dijelaskan Darmawan bahwa dana itu keluar di akhir tahun lalu. Perihal SPJ, ia mengungkapkan sudah diselesaikan di Dinas terkait.
“Nah dari PB sendiri kita buatlah kebijaksanaan, memberikan support di setiap kegiatan adik-adik PK,” katanya.
Kemudian diterangkan Darmawan, di acara Muskernas IPMBB pihaknya ada memberikan bantuan berupa printer di tiap-tiap PK yang sudah melaksanakan pelantikan, dan yang belum Musyawarah Komisariat akan di berikan bantuan dana Muskom.
“Bahkan ada salah satu pengurus PB sendiri meminjam uang itu, dan sampai saat ini belum di kembalikan, diduga menjadi salah satu dalang ricuhnya acara Halal Bi Halal IPMBB,” cibirnya pula.
Persoalan Halal Bihalal yang sempat ricuh ini, sebagai Ketu Umum PB. IPMBB Darmawan sangat menyayangkan kericuhan ini terjadi.
Apalagi di acara Halal Bi Halal pula, bahkan ada surat mosi tak percaya kepada PB, ada tanda tangan yang di palsukan, ini sangat disayangkan. Bahkan ada microfon yang rusak sebab di banting. Bagi saya hal yang biasa bang, dinamika dalam berorganisasi, toh selesai kejadian itu, kami foto bersama kok,” cetusnya mengakhiri. (firs)




