BATU BARA, aksesco.id – Pemerintah Kabupaten Batu Bara melalui Kecamatan Tanjung Tiram tampaknya belum mampu mengatasi tumpukan sampah. Bagaimana tidak, penertiban PKL yang berada di seputaran Jalan Nelayan Kelurahan Tanjung Tiram baru-baru ini belum membuahkan hasil. Pasalnya tumpukan sampah masih berceceran di sepanjang bahu jalan itu.
Pantauan wartawan, tepat pada perayakan May Day 01 Mei atau lebih tepatnya Hari Buruh Sedunia ini, masih terlihat sisa tumpukan sampah diseputaran bahu jalan dan didekat salah satu bak sampah di Jl. Nelayan Kelurahan Tanjung Tiram, Senin (01/05/2023).
Padahal sebelumnya, Pemerintah Daerah bersama pihak Kecamatan telah melakukan Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) sekaligus bersih-bersih bahu jalanan dari tumpukan sampah sisa sayuran busuk para pedagang.
Selain itu, dilansir dari sumber yang dapat dipercayai media online beritasore.co.id yang terbit pada Minggu lalu, Camat Tanjung Tiram Junaidi, SH tegas menyatakan Program ‘Batu Bara Bersih, Mei 2023 Tanjung Tiram Nol Sampah’.
Namun hal itu ternafikan dengan situasi yang terjadi saat ini, bahwa PKL di Kelurahan Tanjung Tiram, dimulai dari Pasar Ikan menuju Jl. Nelayan hingga Pasar Impres masih berjualan yang memakan bahu jalanan hingga menyebabkan kemacetan, dan sisa sampah yang mengundang aroma bau tak sedap. Program Tanjung Tiram Nol Sampah ini tampaknya belum ada membuahi hasil.
Sementara, dari Peraturan Bupati (Perbup) Kabupaten Batubara Nomor 49 Tahun 2021 tentang penugasan kepada PT. Pembangunan Batra Berjaya sebagai ‘Pelaksana Program Penanganan Sampah di Tempat Pemrosesan Akhir Sampah di Kabupaten Batu Bara’ tampaknya tak berfungsi.
Padahal didalam Perbub ini yang tertera pada Bab II Pasal 3 huruf a menyebutkan, bahwa Peraturan Bupati ini bertujuan; menyediakan infrastruktur penanganan dan pengelolaan sampah, agar seluruh proses penanganan dan pengelolaan sampah dapat dapat terselenggara dengan baik.
Sebelumnya, Plt Kadis Perkim LHKP melalui Kabid Kebersihan dan Pertamanan, Farhansyah Sembiring mengungkapkan bahwa di Kecamatan Tanjung Tiram setidaknya ada 3 Armada dum truck pengangkut sampah dengan kemampuan 20 ton perharinya.
“Dan itu pun masih belum semua sampah yang mampu diangkut karena kondisi jarak yang dari tempat pembuangan sampah,” sebutnya saat dikonfirmasi diruangannya soal penyelesaian tumpukan sampah yang ada di Kecamatan Tanjung Tiram, Kamis (06/04) lalu.
Saat ditanyakan mengenai kendala dalam penanganan sampah Farhansyah.S mengungkapkan kendalanya pada kondisi armada yang belum memadai.
Hingga berita ini dilayangkan kemeja Redaksi, wartawan mencoba mencari kontak Camat Tanjung Tiram untuk keterangan lebih lanjut soal program ‘Tanjung Tiram Nol Sampah’ yang sampai saat ini tampak belum teratasi. (firs)




