MEDAN, aksesco.com – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam ikut ambil bagian dalam aksi damai dukung Surat Edaran (SE) Walikota Medan, tentang Penataan Tempat Penjualan Daging Non Halal.
Diantaranya, hadir Aktivis Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) Solihan Hasibuan didampingi aktivis lainnya. Kehadirannya menunjukkan dukungan penuh terhadap lahirnya SK Walikota Medan tersebut.
“Kehadiran kita ikut dalam aksi ini menunjukkan dukungan penuh terhadap lahirnya SK Walikota Medan. Murni karena hati kita hadir, ini wujud nyata kekompakan umat Islam”, tegas Mantan Sekretaris PC Pemuda Muslim Kota Medan ini.
Mereka menilai kebijakan yang dikeluarkan oleh Walikota Medan, Rico Waas terkait tentang Penataan Tempat Penjualan Daging Non Halal, merupakan langkah positif dalam menciptakan keteraturan dan menghormati nilai-nilai sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
Aktivis Pemuda Muslim Sumut menyampaikan bahwa dukungan tersebut bukan karena kepentingan politik ataupun tekanan dari pihak tertentu.
“Kami hadir karena hati nurani. Ini bentuk kepedulian kami sebagai umat Islam (Pemuda Muslim) terhadap kebijakan yang bertujuan menata dan menjaga ketertiban di Kota Medan,” ujar Solihan di sela-sela aksi damai, di depan kantor Walikota Medan Jalan Kapten Maulana Lubis dalam mendukung Surat Edaran (SE) Wali Kota, Selasa (3/3/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah spanduk dan poster berisi dukungan terhadap SE Wali Kota.
Mereka juga menyampaikan orasi secara bergantian dengan tetap menjaga suasana kondusif dan tertib.
Menurut para peserta aksi, penataan tempat penjualan daging non halal bukanlah bentuk diskriminasi, melainkan upaya pengaturan agar lebih terorganisir dan memberikan kepastian bagi seluruh masyarakat, baik pedagang maupun konsumen.
Aksi damai itu berlangsung hingga berbuka puasa bersama. Sebelumnya, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kota Medan Prof. Dr.H. Hasan Matsum dan Ustadz Abdul Latif Khan memberikan tausiyah dalam aksi tersebut.
Tampak hadir, para tokoh dan ulama, dalam aksi tersebut diantaranya, tokoh Melayu, Datuk Dr.H.Sakhyan Asmara, M.SP, Ustadz Abdul Latif Khan, Bunda Ronny Rezkitta Siregar, Ustadz Heriansyah, Raja Metar Bilad Deli Tuanku Fauzi, dan tokoh masyarakat lainnya.
Hingga aksi berakhir, situasi terpantau aman dan kondusif dengan pengawalan aparat keamanan. Para aktivis berharap pemerintah Kota Medan tetap konsisten dalam menjalankan kebijakan demi kemaslahatan bersama. (Red/006)




