BATU BARA, aksesco.id – Tiga unit rumah milik warga di Dusun VII Desa Petatal Kecamatan Datuk Tanah Datar terendam banjir. Disinyalir banjir diakibatkan hujan deras yang mengguyur Kabupaten Batubara, Senin (4/12/2023).
Selain insentitas hujan yang tinggi, banjir ini dikarenakan pengaruh penyumbatan saluran air (drainase) yang sempit akibat dipenuhi sampah dan batang kayu. Sehingga mengakibatkan luapan air merambah dan merendam rumah warga.
Seorang warga Suyetno (46) yang rumahnya terendam banjir mengungkapkan, bahwa luapan air datang dan masuk kerumahnya dengan ketinggian 50 hingga 70 cm setelah diguyur hujan selama 3 jam.
Menurutnya selain hujan deras, rumah warga itu terendam akibat penyumbatan gorong-gorong (dreinase).
“Ditambah adanya pekerjaan proyek drainase Jalinsum desa Petatal yang dianggap menjadi sumber luapan air yang mengalir dari atas ke dataran rendah, sehingga air melimpah merendam rumah pemukiman warga, “ujarnya.
Akibat banjir tersebut, dengan alat seadanya, hingga Minggu (3/12) malam warga berjibaku mencoba membuka dan membersihkan aliran gorong-gorong (dreinase) yang tersumbat.
Warga juga meminta adanya perhatian Pemerintah Daerah, dalam hal ini Dinas terkait untuk melakukan pengecekan dan melakukan pembersihan drainase.
Pasalnya gorong-gorong (drainase) sudah dangkal serta banyak tumpukan sampah yang terbawa dari hulu ke hilir sehingga saat hujan deras drainase tersumbat dan tidak dapat menampung debit air.
“Gorong-gorong ini tidak hanya sudah dangkal, ada juga sampah, ditambah adanya pekerjaan proyek drainase Jalinsum Desa Petatal yang dianggap menjadi sumber luapan air mengalir dari atas ke dataran rendah, sehingga air di saluran gorong-gorong tersebut meluap akibat tersumbat, air pun melimpah merendam pemukiman warga,” bebernya.
Suyetni juga menjelaskan, ketinggian air hampir mencapai lutut orang dewasa, untuk itu warga sekali lagi meminta adanya perhatian dari Pemerintah Daerah khususnya Dinas terkait mencarikan solusi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Camat Datuk Tanah Datar Efendi dikonfirmasi wartawan, membenarkan terjadi banjir di Desa Petatal.
“Benar bang, dan saat ini kami sedang berada dilokasi banjir lagi membersikan drenase,” jawab camat dikonfirmasi.
Menurut Efendi, banjir akibat saluran air yang berada di jalan Nasional terlalu kecil maka tidak dapat menampung debit air, sehingga merendam 3 rumah warga.
“Ketinggian air sampai merendam tempat tidur warga, mudah-mudahan hari ini ketinggian air akan menurun,” ujarnya. (firs)




