BATU BARA, aksesco.id – Proyek pembangunan jalan Alternatif PJKA (Perusahaan Jawatan Kreta Api) yang kini berganti nama menjadi KAI (Kereta Api Indonesia) di Dusun Sono Desa Lalang Kec Medang Deras Kabupaten Batu Bara Sumatera Utara diduga proyek asal jadi.
Pasalnya Kualitas Hotmix sangat diragukan akibat adanya keretakan dan berlobang di badan jalan.
Pantauan dilokasi, Selasa (14/11/2023) pengerjaan proyek PJKA dari hasil pengaspalan (Hotmix) yang sudah dilaksanakan terlihat bergelombang, akibat tidak merata dan terkesan ada indikasi asal jadi.
Berdasarkan pengamatan tokoh masyarakat warga stempat Sopian, mengatakan merasa miris dan kecewa atas kinerja kontraktor PJKA yang diduga semua asal-asalan, apalagi soal kualitas hotmix.
Sopian meminta kepada Satker PJKA agar lebih serius dalam mengontrol kinerja kontraktornya dari awal hingga selesai, karena dalam pembangunan jalan alternatif tersebut sangat besar memakai biayanya.
“Dalam pembebasan lahan masyarakat aja memakan biaya milyaran tapi proyek pembangunan ya tidak berkualitas,” ungkapnya.
Menurut sumber yang tidak bersedia dicatut namanya membenarkan bahwa pengerjaan proyek aspal tersebut, terkesan asal jadi.
“Dimana aspal yang dikerjakan terlihat bergelombang dan diduga tidak sesuai spek (RAB) yang sudah ada, bahkan yang lebih heran lagi pengaspalan jalan tersebut ketebalannya tidak maksimal (tipis) dan kontraktor PJKA mengerjakannya pada tengah malam,” katanya.
Pantauannya, sumber mengungkapkan, ruas badan jalan terlihat aspal yang retak dan pecah akibat tidak mengikat dengan baik sehingga permukaan badan jalan tidak merata atau kasar.
Sisi lain, emak-emak juga ikut ambil suara dilokasi pengaspalan jalan PJKA, emak-emak yang sangat dikwatirkanya terkait pembangunan leaningnya sudah pecah. Ketakutan emak-emak itu jikalau hujan berdampak banjir.
Sopian berpendapat, sepertinya pihak penyedia hanya memikirkan hasil proyek dan mendapatkan keuntungan semata.
“Kami sangat kecewa dengan pihak PJKA terkait, dan pihak yang melakukan pengerjaan proyek ini,” tutup Sopian.
Selanjutnya, sumber kedua inisial AS (27) warga Kuala Tanjung meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) Batu Bara agar dapat mengusut proyek aspal hotmix tersebut. Ia ada menduga proyek pembangunan jalan Alternatif PJKA di Dusun Sono Desa Lalang terindikasi asal jadi menuai mark up. (firs/team)




