LANGKAT, aksesco.id – Dunia pendidikan seharusnya menjadi acuan demi terciptanya penerus bangsa yang berkualitas. Sesuai dengan Undang-Undang Dasar tahun 1945 pembukaan yang salah satu isinya yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.
Akan tetapi masih ada saja oknum-oknum yang tidak patuh akan undang-undang dengan mengedepankan kepentingan pribadi dan kelompok.
Pemerintah Pusat banyak menggelontorkan dana ke daerah demi mendorong kemajuan daerah terutama bidang pendidikan, salah satunya dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Dewasa ini, dana BOS semakin bertambah sehingga seharusnya dunia pendidikan semakin baik, akan tetapi justru sebaliknya.
Salah satu contohnya adalah SDN 056620 muka paya ujung Kecamatan Hinai Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera utara yang diduga bermain main dengan dana BOS yang notabenenya uang rakyat.
Demi memastikan dugaan tersebut, maka awak media pun terjun ke lokasi SD yang dimaksud pada hari rabu 26 Juli 2023 guna melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada kepala sekolah SDN 056620 tersebut, namun saat ditanya perihal keberadaan Kasek tersebut, salah satu guru mengatakan bahwa sedang tidak masuk karena ada urusan. Kemudian awak media mencoba meminta nomor telpon kasek kepada salah seorang guru yang sedang dilokasi namun tidak ada yang tahu nomor telpon kasek tersebut. Hal ini terkesan seperti ada yang ditutup tutupi pihak sekolah.
Adapun temuan yang diduga menjadi kesempatan mencari keuntungan pribadi adalah anggaran dana BOS TA 2022 yang berjumlah Rp.95.727.700 antara lain
1. Pembelian kursi murid senilai 5jt
2. Biaya babat rumput halaman sekolah ementara halaman sekolah sudah semen semua yang memakan anggaran setiap bulan sebesar Rp100.000.
3. Biaya internet setiap bulan sebesar Rp100.000.
4. Biaya perjalan kecamatan tiap bulan sebesar Rp100.000.
Menanggapi hal di atas, salah satu aktivis provinsi Sumatera utara menyayangkan hal tersebut. ” Kalau memang itu terjadi, jelas itu mempermalukan dunia pendidikan, apalagi masih di tingkat sekolah dasar, saya berharap penegak hukum setempat segera turun ke lokasi dan kroscek dugaan tersebut.” Tutupnya(MY)




