BATU BARA, akseco.id – Terkait unjuk rasa dan pelaporan yang dilakukan Korpus Api Sumut di Kejari Batu Bara pada Minggu lalu, Ketua Umum Syahnan Afriansyah tegas meminta terhadap Plt Kepala Dinas PUTR agar segera mengklarifikasi bahasa ‘Korpus Api Sumut Hanya Mencari Sensasi Dan Minta Anu-anu’ di salah satu pemberitaan media online di Batu Bara.
Statement kepala Dinas PUTR Batu Bara tersebut saat ini dipersoalkan oleh Syahnan Afriansyah selaku Ketua Umum Koordinator Pusat Aliansi Pemantau Independen Sumatera Utara.
“Saya merasa tersinggung dan aneh dengan statement Kepala Dinas PUTR Batu Bara ini dengan menyebutkan kalau KORPUS API hanya mencari sensai dan kami minta ‘anu-anu’ maksudnya kami minta anu-anu ini apa?,” tegas Syahnan kepada wartawan saat dikonfirmasi Kamis, (23/02/2023) menanyakan statemant Plt Kadis PUTR yang saat ini masih ambigu tersebut.
Sebelumnya, klarifikasi resmi dari Kepala Dinas PUTR Kabupaten Batu Bara saat menanggapi laporan pengaduan Korpus Api Sumut disalah satu media online dengan judul berita ‘ Korpus API Sumut Laporkan Dugaan Korupsi di Dinas PUTR ke Kejari Batubara, Kadis PUTR : Dia Minta ‘Anu’.
“Memang adek-adek itu dari kemarin begitu-begitu aja, ujung-ujungnya minta klarifikasi dan anu-anu itu,” kata Plt Kadis PUTR Bresman Simangunsong dilansir dari media online zulnas.com.
Melalui pemberitaan tersebut, Syahnan dengan tegas meminta Kadis PUTR menjelaskan ke publik melalui media pemberitaan baik online maupun cetak apa yang dimaksud dengan Korpus Api hanya mencari sensasional dan sudah minta ‘anu-anu’ itu apa.
“Seyogianya sebagai pejabat publik statement seperti ini tidak keluar dari seorang Kepala Dinas PUTR, perlu saya tegaskan ke semua pihak agar menggunakan ruang komunikasi publik bisa lebih profesional dan tidak provokatif,” tegasnya.
Syahnan berharap statemant pejabat publik yang dianggap masih ambigu seperti ini tidak menjadi konsumsi publik dikemudian hari.
Menanggapi perihal statemant ‘anu-anu’ ini, Plt Kepala Dinas PU TR Batu Bara Bresman Simangunsong, ST berkelah dengan menyebutkan tidak ada berbicara seperti itu di pemberitaan media online.
“Manalah mungkin saya ngomong begitu, saya kan mantan aktivis. Jadikan kemarin saya dimintai tanggapan, dan tanggapan saya belum bisa menjumpai adek-adek itu, mungkin mereka karena keterbatasan waktu saya ya mungkin orang itu gak tercatat apa yang mau di sampaikan. Ada pulak yang bikin anu-anu, mana pulak mana pernah saya anu- anu,” kata Bresman saat dikonfirmasi wartawan via telpon celluler nya, Selasa (28/02/2023).
Selain itu saat disinggung soal statemantnya disalah satu media online pemberitaan yang menyebutkan ‘anu-anu’ Bresman berujar bahwa ia sempat mengklarifikasi kepada Syahnan Afriansyah yang sebelumnya melakukan unjuk rasa aksi sembari memberikan pelaporan.
“Makanya kubilang itu, sama siapa itu namanya si Syahnan, manalah ku apa Syahnan ‘aku tau kw mahasiswa saya pun mantan mahasiswa. ‘Siapa yang ngomong kek gitu sama kau’ saya bilang, inilah yang nanya sama aku via WA saya kirim sama dia semua, gak ada saya ngomong apapun disitu. Mahasiswa manapun dari Medan saja saya ladeni, karena kan sifatnya keterbukaan,” ungkap Bresman menanggapi.
Terkait menanggapi tuntutan, disebutkan Bresman bahwa ia masih belum sempat menjawab secara langsung dengan alasan situasi dan kondisi.
“Saya belum bisa tanggapi karena tidak situasi saya, tapi nanti ada waktu kita jumpa dulu. Jangan berbalas pantun di WA, bagusan kita langsung jumpa, kalau bisa ketemulah,” sebut Bresman mengakhiri. (firs)




