HKTI Dorong Pemprovsu Bentuk Satgas PMK, di Tamiang 1.200 Sapi Terinfeksi PMK

MEDAN, akses.co – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Sumut dorong Pemprovsu bentuk Satgas penanganan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Di Aceh Tamiang ada  1.200 ekor sapi dilaporkan terinfeksi penyakit PMK, 10 ekor di antaranya ditemukan mati.

Hal itu disampaikan Ketua HKTI Sumut, H. Gus Irawan Pasaribu, SE., Ak., MM., CA, Rabu (11/5). “Di Aceh Tamiang yang wilayahnya berbatasan langsung dengan Sumut sudah ditemukan 1.200 ekor sapi yang terinfeksi. Di Sumut harus segera di cek agar bisa diantisipasi penularan PMK agar tidak semakin meluas,” kata Gus Irawan.

Gus Irawan menjelaskan, daya tular PMK menurut informasi bisa sampai 90% dan pada iklim tertentu dapat menular lewat udara. Wabah serupa ini sudah mulai masuk ke Sumut, dan kabarnya sudah ditemukan ada di langkat, namun masih menunggu hasil uji lab di Kementerian benar tidak sudah terinfeksi.

Gus Irawan menilai, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan perlu membuat satgas khusus PMK agar penularannya bisa dikendalikan dan tidak massif.

“Kasihan peternak kita, sebentar lagi Idul Adha, tapi muncul wabah PMK. Jika PMK tidak segera diatasi, bisa-bisa banyak hewan ternak yang sakit dan tentu itu sangat merugikan bagi petani kita. Terlebih dampak PMK itu bisa menyebabkan kematian pada hewan ternak,” kata Gus Irawan.

Gus menjelaskan, HKTI Sumut siap memberi pendampingan sekaligus mengedukasi para peternak sebagai antisipasi pencegahan dini PMK. Kita harus siaga menghadapi serangan wabah PMK dan bukan hanya sapi saja yang bisa terinfeksi PMK, tapi kambing, domba, babi, kuda dan hewan sejenis nya juga bisa terinfeksi.

“Penyakit ini menyerang mulut dan kuku hewan. Kemudian membuat hewan tidak makan dan sulit berdiri dan akhirnya resiko angka kematian cukup tinggi,” kata Gus Irawan. (ggs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini