MEDAN, akses.co – WAKIL Sekretaris Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia (red.Pemuda Muslim) Provinsi Sumatera Utara, Solihan Hasibuan sangat menyayangkan kejadian yang menimpa seorang pelatih di jewer oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dalam suatu acara diduga gara-gara tak ikut tepuk tangan.
Itu hak seseorang bila tak ingin tepuk tangan, apapun alasannya jangan main jewer, apalagi di depan umum, itu mempermalukan namanya, kejadian ini menurunkan Martabat Sumut, sementara Sumut dengan slogan yang digaungkan Gubsu selama ini, Sumut Bermartabat, kok malah dipertontonkan seperti ini, ungkap Aktivis Pemuda Muslim Sumut, Solihan Hasibuan, tegasnya.
Solihan Hasibuan, mengutarakannya lagi, meski telah terjadi insiden yang memalukan seorang Pelatih Billiar Sumatera Utara Khairuddin Aritonang yang telinganya di jewer oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, sebaiknya semua pihak juga harus memahami, mungkin pak Edy lagi lelah dengan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan akhir tahun ini.
“Kita kan tidak tau, mungkin pak Edy lagi lelah dengan banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan beliau diakhir tahun, atau karena khilaf, namanya juga manusia, atau bisa saja karena arogansinya sebagai Gubernur,”, ujar Solihan Hasibuan, di Medan, Rabu (29/12), menyikapi viralnya seorang Pelatih Billiar di jewer oleh Gubernur Sumut.
Sebagai Pemuda di Sumut kami merasa malu dan prihatin, Gubernur Kami (red.Gubernur Sumut) mempertontonkan sikap yang tidak patut dicontoh, sehingga berdampak pada Sumut Bermartabat sebagaimana yang kami suarakan ditengah-tengah masyarakat, ujar Solihan yang juga Pembina Ikatan Mahasiswa Pemuda Hasibuan (IMADA) Sumut.
Apalagi yang dijewer Gubsu itu seorang pelatih (red.Dalam bahasa kami, seorang guru), jangan lah seperti itu, mempermalukan orang namanya, jangan kami sebagai Pemuda generasi penerus bangsa, dipertontonkan yang tidak baik, yang tidak pantas untuk dicontoh, pak Edy Rahmayadi itu Pemimpin kami di Sumatera Utara, karena beliau Gubernur Sumut, pungkas Solihan Hasibuan.
Diketahui, Pelatih Billiar, Khoiruddin Aritonang dijewer oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi. Peristiwa ini terjadi di Aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubernur Sumut di Medan, Senin (27/12/2021) kemarin.
Kala itu tengah berlangsung acara penyerahan bonus kepada Atlet dan Pelatih Sumut yang berprestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX.
Peristiwa penjeweran itu pun viral di media sosial (Sosmed), dan beredar di masyarakat, sehingga banyak mengundang perhatian kalangan masyarakat. (Han)




