Kekecewaan Warga Meluap Akibat Akses Jalan Tak Kunjung Diperbaiki, Kaum Emak Andil Timbun Jalanan

BATUBARA, akses.co – Warga Desa Kapal MerahKecamatan Nibung Hangus Kabupaten Batubara keluhkan rusaknya akses jalan yang tak kunjung diperbaiki. Jalan rusak itu disebut sudah bertahan-tahun, apalagi ditambah hujan turun mengakibatkan akses jalan tidak bisa dilalui kendaraan, Kamis .

Pantauan wartawan, Kamis (23/12/2021)
warga setempat yang tergabung dari kaum emak-emak bergotong royong memperbaiki akses jalan tersebut seadanya, dengan bahan matrial bangunan dan pelepah kelapa, demikian adalah bentuk kepedulian masyarakat setempat.

Melihat kondisi akses jalan Kabupaten yang berada di Desa Kapal Merah Kecamata Nibung Hangus ini, warga setempat kepada wartawan, meminta terhadap Pemerintah Kabupaten Batubara agar tidak tutup mata dan janji-janji manis inginemperbaiki jalan.

“Pemerintah hendaklah memperhatikan jalan Desa Kapal Merah kami ini, dikarenakan kalau turun hujan akses jalan parah dan tidak bisa dilalui, membuat para pelajar SD, SMP atau SMA tidak bisa bersekolah,” sontak diucap warga.

Warga lainnya, Misman (55) mengharapkan perhatian Pemerintah melalui Bupati Batubara agar memperhatikan akses jalan Kapal Merah. Apalagi dimusim penghujan ini jalan tidak bisa dilalui.

“Mohon pak Bupati di perhatikan jalan kami agar bisa dilalui oleh pelajar, petani dan pedagang. Apabila turun hujan akses jalan kami tidak bisa dilalui khususnya anak sekolah,” ujar Misman.

Menariknya pada gotong royong jalan rusak ini, terlihat kaum emak-emak andil memperbaiki jalan yang rusak dengan alat dan bahan seadanya demi kenyamanan anak sekolah dan masyarakat untuk dilalui.

Dijelaskan bahwa jalan rusak terhitung hingga sepanjang 1 Kilometer, dan diperkirakan ada dua Desa yang kondisi jalananya rusak parah yaitu Desa Bagan Baru dan Desa Kapal Merah.

Warga berharap Pemkab Batubara dapat segera melakukan perbaikan jalan di dua Desa di Kecamatan Nibung Hangus ini.

“Kalau begini terus akses jalannya, akan berakibat perekonomian masyarakat serta anak Sekolah tidak berjalan dengan baik, akibat dari dampak rusaknya jalan poros utama. Kami berharap dapat diperbaikilah segera jalan ini, semoga pemerintah bisa secepatnya memperbaiki jalan ini,” tutur warga yang tidak menyebutkan namanya.

Informasi yang berhasil dihimpun, dengan kondisi jalanan berlumpur dimusim penghujan ini, anak-anak yang akan pergi ke sekolah terpaksa membawa pakaian sekolah cadangan.

“Jalanan itu kan berlumpur dan licin, jadi sering jatuh dan baju yang dipakai kadang kotor jika sudah menuju sekolah. Terpaksalah bawa baju ganti, kadang anak saya liburkan sekolah karena akses jalan rusak parah dikala hujan turun” ujar warga yang mengantar anaknya kesokalah. (firs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini