HUT Batubara ke-15, di Warnai Protes Warga Dengan Membangun Kuburan di Kubangan Lumpur

BATUBARA, akses.co – Tepat pada tanggal 08 Desember 2021 ini, Kabupaten Batubara kini telah berusia 15 tahun setelah mekarnya dari Kabupaten Asahan, dengan perjuangan oleh sejumlah tokoh Pemekaran baik itu pemuda maupun tokoh masyarakat yang tergabung dalam wadah GEMKARA.

Sejumlah tokoh ini dahulunya mengharapkan setelah dimekarkan, kiranya agar masyarakat yang berada di wilayah pesisir pantai ini lambat laun dapat tersejahterakan, dan merasakan pemerataan pembangunan khususnya akses jalan perlintasan Kabupaten yang menjadi kunci utama perputaran ekonomi masyarakat.

Beranjak dari itu, berbeda halnya dengan perlintasan Jalan Utama di Desa Bagan Baru, masyarakatnya belum merasakan infrastruktur jalan yang layak untuk lalui sejak Kabupaten Batu Bara di mekarkan, hingga pemekaran Kecamatan Tanjung Tiram menjadi Kecamatan Nibung Hangus.

“Desa Bagan Baru Kecamatan Nibung Hangus yang terdiri dari 8 Dusun, dan hampir keseluruhan Dusun nya mengalami jalan rusak dan berlumpur ketika musim penghujan melanda. Namun yang terparah mulai dari Dusun I Kasim, Dusun II Suronto, Dusun III Central, Dusun VI Suka Damai, Dusun VII Mekar Jaya dan Dusun VIII Tunas Baru. Untuk Dusun IV Pematang Laban dan Dusun V Buluh Cina juga Rusak dan Becek, Namun tidak menjadi Akses utama masyarakat untuk mengangkut Hasil Bumi” sebut Surya (30) salah seorang warga setempat kepada wartawan.

Pantauan wartawan, Selasa (07/12/2021) tepat berada di Dusun III Central kondisi jalanan jauh dari kata layak untuk dilintasi, bahkan kendaraan roda empat (pick up) sempat terpuruk karena sulitnya jalanan yang berlobang dan bercampur lumpur akibat curah hujan yang tinggi menyebabkan banyaknya genangan air dan membuat jalan semakin licin.

Tidak hanya itu, karena kesal melihat perlintasan jalan yang belum kunjung ada perhatian dari Pemerintah setempat melalui Dinas terkait, ada pula warga yang bercocok tanam pohon pisang, tebu dan tanaman lainnya di tengah Kubangan Lumpur sebagai bentuk protes.

Masih di Dusun yang sama, masyarakat kembali membuat aksi protes dengan membuat kuburan di jalanan yang rusak.

Warga yang melintas menyebutkan bahwa protes tersebut salah satu bentuk dari matinya tanggung jawab dan kepedulian Pemerintah dengan keadaan jalan yang rusak dan tak kunjung ada perbaikan.

“Padahal setiap tahun selalu dilakukan pengajuan permohonan untuk perbaikan jalan melalui musrenbang baik di Desa maupun di Kecamatan,” kata Surya.

Saat diwawancarai, Surya menyebutkan bahwa masyarakat di Desa ini hampir keseluruhan dengan mata pencarian sebagai Petani/Pekebun.

“Masyarakat kebanyakan berkebun dan buruh tani. Perkebunan sawit dan kelapa nyiur jadi komoditi utama disini, dan selebihnya ada pula petani pisang dan cabai,” sebutnya.

Untuk itu semua hasil bumi dari masyarakat, perlu diangkut keluar. Namun dengan kondisi jalanan yang susah dilalui mengakibatkan sulitnya pengiriman hasil bumi sehingga harga jual ke penampung menjadi lebih murah.

Surya yang juga ketika ditanya mengenai Status Jalan, menyebutkan bahwa itu adalah Jalan Kabupaten.

“Sehingga Dana Desa tidak bisa dialihkan kesitu, dan sebelumnya sudah dibuat Perdes untuk portal, namun dana yang terkumpul tidak mencukupi untuk membeli material,” terangnya.

Dengan kondisi jalan yang sedemikian rupa ini, sejumlah masyarakat Desa Bagan Baru spesial pada HUT Batubara ke-15, berharap agar Pemerintah tidak tutup mata akan kondisi jalan yang rusak, sehingga berakibat turunnya perekonomian masyarakat.

“Harapannya, ya seperti yang termaktub didalam Pancasila pada Sila ke-5, adil bagi kami adalah merdeka untuk jalan Desa,” cetusnya.

Sementara itu, Rabu (08/12/2021) di usia ke-15 ini Pemerintah Kabupaten Batubara memperingati hari jadinya dengan melaksanakan ‘Rapat Paripurna Sidang Istimewa Peringatan Hari Jadi Kabupaten Batubara ke-15 Tahun 2021’ di Aula Gedung DPRD Kabupaten Batubara. (firs)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini