BATIBARA, akses.co – Badan Eksekutif Kahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (BEM STIT) Batubara laksanakan Dialog Interaktif dengan tema ‘Mahasiswa menjadi Garda Terdepan Kembalinya Kejayaan Islam di Batubara. Rabu, (30/062021)
Ketua BEM STIT Batubara Muhammad Khairun Nizam dalam orasinya mengatakan bahwa, dalam kejayaan Islam khususnya di Kabupaten Batubara banyak ulama terdahulu mempertahankan Ajaran Ahlusunnah walja’maah.
“Diantaranya berdasarkan data yang sudah kita kumpulkan, sebanyak 15 nama-nama besar asal Batubara,” ungkapnya.
Yakni, Tuan syekh H. muhammad Jamil alamat Simp Dolok wafat 10 Ramadhan 1937 dan dimakamkan di dekat makam datuk lima puluh
Tuan Syekh H. Abdurrahman Silau asal Desa Kampung Lalang Kecamatan Tanjung Tiram, Tuan Syeikh Muhammad Zein Tasak asal Pesisir Desa Mesjid Lama wafat April 1968, Tuan Musa asal Pesisir, H. Ahmad Bakri Isa asal Pesisir wafat jumat 4 Juni 1971, Lobai Ingah Abdullah asal Kamp Kedah Kelurahan Labuhan Ruku wafat 1971, Tuan Syek H.abdul Wahab AS asal Titi Putih wafat 1985, Ustadz Rafi’i asal Labuhan Ruku, Muallim Sua’ib asal Tanjung Tiram, Ustadz H. Abdullah Rauf Gahri asal Kota Pinang, Imam Muahammad asal Sei
Metaram, Lobai Zakariah asal Lima Laras, Lobai Hisam asal Lima Laras,nLobai Muhammad asal Lima Laras, Syheikh H. Abdul Wahab, dan Syheikh H. Muhammad Zhein.
“Inilah pejuang dahulu yang kini kurang perhatian oleh pihak Pemerintahan Kabupaten Batubara, kita berharap kuburan ulama ini di sejatikan dalam sejarah momentum Kabupaten Batubara agar penerus bangsa bisa mengetahui para pejuang di masa lampau,” cetus Nizam.
Dalam dialod tersebut ini juga dihadiri oleh Ketua PK.PMII STIT Batubara Muhammad Affan Muhaimin, Ketua IPTM Ok Rizki Andika putra, PK.HIMMAH Diwakili Syarifuddin, Ketua PK. IPMBB Ramadhan S.Manurung, Sekjur PGMI Musdalifah S,Pd.i M,PSi. (tim)




