Dalam Reses, Aulia Rahcman Tampung Berbagai Aspirasi Masyarakat

MEDAN, akses.co – Anggota DPRD Medan, dari Partai Gerindra, H.Aulia Rahcman SE, melaksanakan kunjungan kerja (Reses) dilingkungan VI Kelurahan Kota Bangun Kecamatan Medan Deli, Minggu (30/8/20).

Dalam Reses tersebut, Aulia Rahcman menampung semua keluhan yang disampaikan konstituennya, terkait permasalahan yang muncul, diantaranya, pembatalan kartu BPJS yang dilakukan oleh Pemprovsu, anggota DPRD Medan ini, mengkritik permasalahan itu.

Sebelumnya dalam sambutan, Aulia Rahcman mengatakan, untuk mematuhi himbauan dan peraturan dari pemerintah dimasa Pandemi Covid-19 ini, panitia acara Reses tetap meminta kepada ratusan masyarakat yang hadir, agar mencuci tangan di arael yang sudah disediakan serta memakai masker.

“Saya sangat bangga dan terharu karena disambut oleh tari persembahan dari anggota Sanggar Tari Ranting Gerindra Kota Bangun, saya juga tidak ingin ada masyarakat yang hadir di Reses ini menjadi korban penularan virus corona,” katanya.

Untuk mengurangi penumpukan massa, sambung Aulia, Reses kali ini dibagi dalam dua sesi. “Sesi pertama pagi di Lingkungan VI Kelurahan Kota Bangun, sedangkan sesi kedua di Linkungan XV Mabar,” ungkapnya.

Sementara itu Tokoh Masyarakat Kota Bangun, Syarifuddin Nasution merasa bangga, sebab Aulia Rachman mau melaksanakan Resesnya di Lingkungannya.

“Inilah kesempatan kami mengadukan permasalahan yang ada saat ini. diantaranya, banyak perusahaan disini, tapi kami hanya jadi penonton, tidak ada penduduk setempat yang bekerja di perusahaan tersebut. Untuk itu kami berharap agar Bapak Aulia bisa menjembatani hal ini,” harap Tokoh Masyarakat tersebut.

Aulia juga mengkritik atas kebijakan Pemrovsu yang membatalkan 23 ribu kartu BPJS dari APBN itu ditutup oleh Pemprovsu, sedangkan dari APBD tetap berlangsung. Sebab, itu sudah ketetapan dari Pemko Medan.

Saat sesi tanya jawab, salah seorang warga bernama Erni mengeluhkan sistem belajar melalui daring. “Dimasa covid-19 ini untuk menutupi kebutuhan sehari-hari saja sudah susah, apalagi kami orang tua murid diharuskan membeli HP android. Sementara pekerjaan suami hanya mocok-mocok, jadi dari mana duitnya membeli HP,” keluh warga tersebut.

Menjawab pertanyaan dari warga, Politisi Partai Gerindra Kota Medan ini kembali menjelaskan, bahwa tanggal 24 Agustus kemarin, saya undang Kadis Pendidikan tingkat I dan Kadis Pendidikan tingkat II. Disitu tercapai kesepakatan dari Kementrian yang akan memberikan kuota untuk anak sekolah agar bisa belajar melalui daring.

Diakhir acara Reses, Aulia Rahcman juga mengkritik soal air bersih, dan meminta agar Pemprovsu memperhatikan penderitaan masyarakat Kota Bangun yang sudah hampir satu tahun tidak mendapat pelayanan air bersih dari PDAM Tirtanadi.

“Tapi kenapa mesyarakat dibebankan membayar biaya abodemennya. Untuk itu Gubernur harus menegur keras jajaran Dirut penyedia air bersih di Sumatera Utara ini,” pungkasnya, mengakhiri. (Han)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini