MEDAN, akses.co – DODOL ALAME khas Mandailing, memasuki pasar di Kota Medan, sebagaimana yang dijajakan pak Mahas Batubara (67), asal Panyabungan , dengan mengendarai sepeda diiringi lagu Onang-onang, ia berkeliling memasarkannya, Sabtu (30/5)
Ketika diwawancarai Akses.co, saat mangkal di Simpang 3 Mandala Kecamatan Medan Denai, sudah 7 bulan ia berjualan Dodol Alame Mandailing, per bungkusnya Rp:13.000.- (Tiga belas ribu rupiah), rata-rata biasanya per hari 60 bungkus laris terjual, ungkap pak Mahas dengan logat bahasa Mandailing.
Sambungnya lagi, ia meninggalkan kampung halaman Hutapuli / Panyabungan, sejak tahun 1965, merantau ke Pematang Siantar, selama 2 tahun, dua tahun disana, lalu ia hijrah ke Medan hingga sekarang, di Medan berbagai pekerjaan sudah ia lakoni, hingga menarik becak, nah.., tujuh bulan terakhir ini ia jualan Dodol Alame Mandailing, Alhamdulillah berjalan lancar, sebut Mahas, terbilang akrab dengan semua orang.
Rute jualan Dodol Alame Mandailing ini pun, hanya sekitar Jalan Mandala By Pas, mulai dari Pajak Pekong, Jalan Denai (selalu mangkal dibawah Jembatan Tol) dan Jalan AR Hakim, pelanggan pun dapat menghubunginya untuk pemesanan di Nomor HP: 082164566225, sebut Mahas, yang tinggal di Jalan Mandailing Medan Tembung.
Diakhir perbincangannya, Mahas berharap dagangan Dodol Alame Mandailing, rasa pulut durian ini lebih meningkat penjualannya, “Tak bisa pulang kampung, Dodol kampung Mandailing ada disini, ini Dodol Mandailing”, kata Mahas Batubara, bergurau. (Han)




