Labuhanbatu, akses.co – Protes sejumlah warga Desa Emplasmen Aek Nabara, Kecamatan Bilah Hulu memuncak sebab tidak mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) maupun, Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) dan jenis bantuan lain dari pemerintah terjadi, Kamis dan Jumat (21-22/5/2020).
Parahnya, Santi, warga Dusun Tengah Emplasmen, yang bersebelahan rumah dengan Kadus, Beben Maulan (satu dinding kontrakan, red) pun tak mendapatkan BST maupun BLT-DD. Sementara, saat pembagian BLT-DD ditemukan banyak persoalan yang tak layak karena penerima kebanyak keluarga perangkat desa.
Saya kesini (Kantor Desa, red) bersama warga menanyakan mengapa kami tidak dapat bantuan. Saya sendiri tinggal bersebelahan satu dinding dengan Kadus Beben, tetapi tak pernah merasakan yang namanya bantuan apapun,” lirih Santi kepada awak media saat bersama sejumlah warga yang protes ke Kantor Desa Emplasmen.
Pada saat pembagian BLT-DD, justru nama-nama yang tertera kebanyakan keluarga perangkat. Ironisnya, anak Kadus Atas, Sudono pun dua orang mendapat jatah. Parahnya, keluarga Sekretaris Desa, Wakirin, sampai yang pun ikut menikmati.
Malahan, Ketua LKMD Suroto, juga namanya terpampang di daftar kertas pengumuman penerima BLT-DD. Keanehan tak cukup sampai disini, seorang warga, Halasan Situmorang, yang mengalami stroke bahkan sampai dipapah ke Kantor Desa, ikutan protes karena hanya bisa menonton warga yang merupakan BST maupun BLT-DD.
Unjuk rasa warga yang protes hanya ditemui Perangkat Desa, Binsar, namun Kepala Desa, Sardi tidak kelihatan di kantor. Sambil menerima berkas KK dan KTP warga yang protes, Binsar hanya bisa menjawab keinginan warga akan disampaikan kepada Kepala Desa, Sardi. “Nanti KK dan KTP ini saya sampaikan kepada Pak Kades,” jawab Binsar dihadapan puluhan warga.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Emplasmen, Sardi, belum dapat di konfirmasi oleh awak media.
(Bung P.H)




