BATU BARA, akses.co – Ketua DPD Partai Gerindra Batu Bara mengaku kesal dengan Tim sukses pemenangan Bupati Batu Bara itu, siapakah dia?
Alih-alih diberi kepercayaan oleh Bupati Batu Bara, namun menjadi benalu pula ditengah Pandemi Corona.
Itulah unek-unek yang di beberkan Ketum Partai Gerindra Batu Bara, Muhammad Rafiq melalui telpon selulernya kepada akses.co, (10/5/2020), yang dulunya juga turut menghantarkan Bupati Batu Bara, Zahir, pada kursi kemenangan.
Rafik mengatakan, bahwa Gerindra sebagai salah satu partai pengusung dan pendukung Zahir dalam pilkada lalu, ia tidak akan membiarkan Zahir terus menerus ‘tersandera’ akibat ulah tim suksesnya yang kini diberi amanah Bupati di struktur Daerah.
“Saat ini Pak Zahir sedang berjibaku dalam menangani wabah covid-19, jangan lagi menambah beban beliau dengan masalah-masalah yang ada,”ujarnya.
Sangat disayangkan, lanjutnya, kepercayaan yang diberikan Zahir itu justru dianggap sebagai kesempatan bagi sebagian oknum untuk kepentingan pribadi dan kelompok tertentu.
“Sangat disayangkan, sebagian oknum yang diberikan amanah oleh Pak Zahir, malah tidak amanah. Mereka justru menggunakan amanah itu untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya,”kata Rafik.
Ketidakamanahan dan sikap benalu oknum-oknum itu sangat jelas terlihat dalam kasus penanganan penyaluran bantuan, seperti Program Keluarga Harapan (PKH) di Batu Bara yang menimbulkan kekisruhan.
“Ini merupakan bukti bahwa oknum-oknum yang menangani PKH itu tidak amanah. Jika mereka melaksanakan tugasnya sesuai dengan aturan yang berlaku, tentu kekisruhan itu tidak akan terjadi,”pungkasnya
Demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Batu Bara, Kata Rafik, Zahir jangan takut di boikot oknum-oknum tersebut, atau segan dengan oknum-oknum yang pernah berjasa terhadap dirinya saat pilkada lalu. Sebab masih banyak pendukung Zahir yang loyal tanpa mengharapkan imbalan demi kepentingan masyarakat.
“Karena kita tidak menginginkan ada ‘benalu’ dalam Pemerintah Kabupaten Batu Bara”, pungkas Rafik seraya menyebut oknum yang tidak amanah itu merasa gerah melihat kedekatannya dengan Zahir.
Terakhir, Rafik berharap agar Zahir bersikap tegas terhadap oknum-oknum yang tidak mampu melaksanakan amanah yang diberikannya. Siapa pun dia, baik oknum pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) maupun non-OPD, seperti Badan
Usaha Milik Daerah (BUMD) dan sejenisnya.
“Jika memang bersalah harus ditindak secara tegas. Saya dan Gerindra akan tetap mendukung langkah tegas Pak Bupati,” tegasnya. (AK)




