MEDAN, akses.co – Pemerintah Daerah dinilai abai dalam mengawasi harga dan ketersediaan kebutuhan yang berkaitan dengan antisipasi penyebaran Covid-19. Harga vitamin, masker, alkohol, hand sanitizer, dan suplemen lainnya naik hingga tak terjangkau masyarakat kecil.
Hal itu disampaikan Sekretaris Lembaga Kesehatan Masyarakat (LKM) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumut, Sabtu (28/3). Sabar mengatakan, penanganan Covid-19 di Sumut kurang greget karena tindakan yang ada saat ini tidak menyentuh masyarakat yang pada posisi status quo.
Katanya, saat ini banyak masyarakat yang ragu, apakah mereka terjangkit atau tidak. “Mereka kepingin periksa, tapi bayar. Mereka mau beli vitamin biar imun kuat, harganya sudah mahal dan barangnya langka, begitu juga dengan alkohol, masker dan lain sebagainya,” katanya.
Menurut Sabar, harusnya ada penanganan yang terkoordinir dari hulu ke hilir. Hulunya itu soal adanya jaminan ketersediaan kebutuhan masyarakat untuk terhindar dari paparan Covid-19, hilirnya itu tercovernya masyarakat yang ingin memeriksakan diri ke dokter dengan biaya ringan hingga penanganan bagi yang sudah terjangkit.
Menurut Sabar, saat ini Gugus Depan penanganan Covid-19 yang dibentuk Gubernur Sumut maupun Dinas Kesehatan kerjanya terkesan hanya sebagai Humas saja. “Sebentar diumumkan, yang ODP sekian, yang PDP sekian dan yang positif sekian, itu saja dari awal sampai saat ini. Kita kan mau dengar bahwa ada jaminan kebutuhan vitamin, alkohol, masker dan hand sanitizer itu aman dan bisa di akses oleh masyarakat, sehingga memberi rasa aman dan perlindungan bagi masyarakat yang belum terjangkit,” tegasnya.
Sabar berharap agar pemerintah daerah juga fokus pada pencegahan dan antisipasi bagi masyarakat yang belum terpapar, sehingga ada rasa aman dan nyaman di masyarakat. Menurutnya, hal ini juga penting agar masyarakat tidak dihantuirl rasa takut yang berlebih dengan kelangkaan barang yang ada. (ggs)




