Puisi:
Arwan Syahputra
Mahasiswa Hukum Universitas Malikussaleh
Suara tinggi Menjulang
Luas, begitu menggurun
Si nista menghindar
Ia tak bertempat disana
Puing-puing puisi ku jangan kau dengar
Jika telinga mu tuli akan sadar
Wajah kami jangan kau pandang
Jika kiblat mu oportunistik
Kaki ku, langkah kebenaran
Di alur perintah Maha Benar
Kita berjuang tanpa predikat
Bergerak tanpa cuitan
Dibalik peluh pejuang
Keringat yang tertetes
Suara semesta memanggil
Birokrat begitu zholim
Dari lingkaran tempur,
Suara kami di jalan raya
Abu dan sinar sulit kami bedakan
Berkapal kaki bukan alasan
Dalam mimbar kebebasan
Kami bawa karton-karton petisi
Di depan muncung kami
Kami kabarkan soal keadilan
Pancasila ideologi kami
Idealis adalah ruh kami prinsip kan
Setan berwajah manusia
Begitu banyak menghadang
Dan demi rakyat semesta
Mundur artinya pecundang
Kami wakil rakyat
Tapi bukan DPR
Karena DPR digaji
Dan mahasiswa begerak atas nurani
Lagu-lagu juang kami putar
Didepan gedung kalian tempati
Atas nama keadilan
Yang setan pun kami hantam
Duhai Tuhan Maha Benar
Izinkan kami kumandangkan cinta
Bertajuk kasih atas sayang
Perjuangan ini “sabda perubahan”




